Dunia Games

Anime Boruto Cuma Adaptasi 3 Chapter Naruto Shinden, Ternyata Ini Cerita yang Dilewatkan

Dari 4 chapter yang ada di novel Naruto Shinden: Oyako no Hi, ternyata anime Boruto 'membuang' salah satu ceritanya. Kenapa nggak diadaptasi juga ya?

Dari tanggal 10 sampai 24 Februari 2019, anime Boruto mengadaptasi cerita novel Naruto Shinden: Oyako no Hi atau Hari Keluarga. Sesuai judulnya novel ringan berisi empat chapter/bab ini menceritakan keseharian ninja-ninja Konoha menikmati perayaan Hari Keluarga.

Akan tetapi dari empat chapter novel itu, ternyata anime Boruto hanya mengambil cerita tiga chapter saja: Bab 1, yang menceritakan Naruto dan Himawari; Bab 3, soal lomba makan Chocho dan Choji; serta Bab 4, saat Sasuke pulang lagi Ke Konoha dan ingin menghabiskan waktu dengan Sarada.

Lalu seperti apa cerita Bab 2 Naruto Shinden -- berjudul Chichi to Ko, Shiawase no Katachi (Ayah dan Anak, Bentuk Kebahagiaan) -- yang dilewatkan oleh versi anime-nya? Mari kita intip ceritanya bersama-sama berdasarkan bocoran sinopsis novelnya yang beredar di internet. 

Hiashi Sakit Keras?!

Masashi Kishimoto/Mikio Ikemoto/Ukyo Kodachi/Shueisha/Studio Pierrot

Satu hari sebelum Hari Keluarga digelar, Hinata mendapat kabar kalau ayahnya, Hiashi, mendadak sakit. Dia pun buru-buru mendatangi kediaman Klan Hyuga untuk menengoknya; meninggalkan anak-anak di rumah karena panik dan takut mereka harus melihat kakeknya sekarat.

Sesampainya di sana, Hanabi bilang kalau tubuh Hiashi melemah dan terus bertanya kenapa dia tidak datang bersama Boruto dan Himawari. Hinata malah curiga kenapa dia mencari-cari keponakannya. Memakai Byakugan, Hinata melihat tembus pandang sekeliling rumah dan menemukan Hiashi; dengan tubuh masih tampak sehat selain sakit punggung.

Hinata memarahi adiknya karena berbohong, tapi Hanabi malah bilang kalau Hiashi bakal kecewa karena Hinata tidak membawa Boruto dan Himawari. Hinata jadi ingat kalau sekarang sifat Hiashi bertolak belakang dari waktu dia kecil; tidak lagi keras dan selalu memanjakan cucu-cucunya.

Masashi Kishimoto/Mikio Ikemoto/Ukyo Kodachi/Shueisha/Studio Pierrot

Capek diomongin oleh kedua anak perempuannya, Hiashi memanggil mereka ke kamar tidurnya. Dia meminta maaf karena sudah membohongi Hinata lantaran malu mengalami sakit punggung, sudah tidak sebugar dulu, lalu menanyakan soal Naruto. Hinata cuma bilang kalau dia selalu sibuk dan jarang ada di rumah.

Tadinya Hiashi mau berkomentar tapi memilih untuk lanjut menanyakan soal Himawari dan Boruto. Hinata mengaku kalau mereka juga kecewa jarang bertemu ayahnya, tapi setidaknya Boruto menyibukkan diri dengan terus menjalani misi. Di sisi lain hal itu membuat Hinata sedikit takut kalau nantinya Boruto tidak membutuhkan ibunya karena sudah memiliki pendapatan sendiri dari misi-misi; bahkan baru-baru ini Boruto membeli celana berwarna pink memakai uangnya sendiri.

Kakek yang Gemar Memanjakan Cucu

Masashi Kishimoto/Mikio Ikemoto/Ukyo Kodachi/Shueisha/Studio Pierrot

Mendengar cerita itu, Hiashi malah merasa senang dan bertanya pada Hanabi apakah dia sudah membelikan hadiah berwarna pink untuk Boruto. Hinata pun melihat terdapat tumpukan bungkusan di sudut kamar ayahnya; dan ternyata belasan hadiah itulah yang membuat Hiashi jadi sakit punggung saat membawanya seorang diri.

Memakai Byakugan Hanabi melaporkan kalau semua hadiah itu cuma berwarna abu-abu dan coklat. Takut rumahnya bakal dipenuhi benda-benda pink yang tidak karuan, dia bilang kalau, "mungkin Boruto cuma suka warna pink untuk celana saja." Hiashi kembali murung.

Masashi Kishimoto/Mikio Ikemoto/Ukyo Kodachi/Shueisha

Untuk kembali menyemangati ayahnya, Hinata memberitahu kalau sekarang ini Boruto sedang senang-senangnya mengumpulkan kartu mainan Geki: Shinobi Emaki (atau disingkat Gemaki). Hanabi dengan sigap langsung menunjukkan 'koleksi' satu binder-nya sambil menjelaskan pada ayahnya. Tidak ketinggalan Hinata memperingatkan ayahnya kalau kartu-kartu ini dijual secara acak, jadi Boruto bisa-bisa kecewa kalau hanya mendapat kartu jelek dan bukan kartu langka -- malah kartu bergambar Hiashi saja levelnya cuma kartu biasa.

Hiashi jadi mempertanyakan hidupnya selama ini; apa gunanya karir shinobi panjang kalau kartu bergambar dirinya tidak bisa menjadi hadiah untuk cucunya. Kedua anak perempuannya bilang dia harus melakukan hal setingkat Hokage atau Sannin agar 'peringkatnya' bisa meningkat. Tanpa pikir panjang Hiashi bergegas menuju Kantor Hokage untuk meminta misi ninja berbahaya; ditemani Hinata dan Hanabi yang berat hati.

Lalu bagaimana kelanjutan petualangan Hiashi, Hinata, dan Hanabi? Lanjut ke halaman dua, yuk.

Baca Juga >> Lima Hal Lucu dan Menarik yang Terjadi di Novel Naruto Shinden, Bakal Dibahas di Anime Boruto?

Halaman : 1 2

Voucher Games

Free Fire
Mulai dari harga
Rp 2.500
Arena of Valor
Mulai dari harga
Rp 2.500
Mobile Legends
Mulai dari harga
Rp 1.500
ShellFire
Mulai dari harga
Rp 3.000
PUBG
Mulai dari harga
Rp 0

Komentar () Jadi yang pertama memberikan komentar!

Balasan untuk: {{ replied_comment.user.name }} {{ replied_comment.updatedAtForHumans }} Hapus

Silakan Login untuk menulis komentar

{{ r.user.name }} {{ r.updatedAtForHumans }}

{{ re.user.name }} {{ re.updatedAtForHumans }}