Just For Fun

Game Online Meningkat, Gamestop Harus Relakan 150 Tokonya Tutup

Kehadiran bisnis online memang sangat membantu siapa saja yang ingin membeli suatu barang dengan mudah, tak terkecuali para gamer.

Sumber gambar utama : uproxx.com

Kehadiran bisnis online memang sangat membantu siapa saja yang ingin membeli suatu barang dengan mudah, tak terkecuali para gamer. Kini para gamer dapat dengan mudah mendapatkan game yang ingin mereka mainkan secara online. Hanya dengan mengunduh dan membayar di toko online para gamer sudah bisa mendapatkan game yang mereka mau tanpa harus bersusah payah mengunjungi toko penjual untuk mendapatkan game fisik.

Namun ternyata kemudahan bertransaksi di toko online ini justru membuat toko penjual game fisik meradang. Pasalnya, penjualan mereka menjadi berkurang dan membuat omset penjualan mereka menurun. Salah satu yang mendapatkan efek buruk dari kehadiran toko online ini adalah Gamestop.

Gamestop merupakan toko penjualan video game fisik yang bermarkas di Grapevine, Texas, Amerika Serikat. Gamestop sendiri telah memiliki ribuan toko yang tersebar di seluruh Amerika, Kanada, Australia, Selandia baru, dan Eropa. Banyaknya toko mereka membuat nama Gamestop dikenal luas d iseluruh penjuru dunia dan menjadikannya salah satu raksasa untuk toko penjualan video game fisik.

Sumber: esbjerg-storcenter.dk

Tapi kini julukan tersebut perlahan mulai sirna seiring maraknya toko online. Gamestop merugi, omset penjualannnya turun drastis. Di tahun 2016 silam saja, Gamestop harus rela penjualannya turun hingga 14 persen dan mengakibatkan keuntungannya di kuartal empat di tahun 2016 merosot hingga 16 persen. Tak hanya itu saja, sebagai dampak dari keuntungan yang merosot, saham Gamestop turun 12 persen.

Melihat kerugian yang bertubi-tubi, Gamestop pun harus merelakan menutup toko-tokonya sekitar 2-3 persen dari 7.500 toko yang dikelola. Melihat dari angkanya, setidaknya ada 150 toko yang akan ditutup. Dan sebagian besar adalah toko-toko di Amerika mengingat di tempat itulah letak kerugian terbesar Gamestop.

Tapi Gamestop tak mau berputus asa, mereka masih berharap jika nantinya penjualan game fisik akan kembali pulih seiring dengan kemunculan Nintendo Switch. Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Gamestop, J Paul Raines.

“Switch dapat meningkatkan trafik penjualan toko secara signifikan dan memiliki potensi untuk menjadi seperti Wii karena dapat memperluas jangkauan dari penikmat game,“ ungkap Raines.

Saat ini Gamestop tengah mempertimbangkan untuk membuka 35 toko baru di bidang penjualan barang koleksi atau collectible item. Sehingga menambah total toko barang koleksi Gamestop menjadi 121 toko. Pembangunan toko penjualan barang koleksi ini bukan tanpa alasan, diharapkan toko-toko tersebut mampu membantu menaikkan keuntungan Gamestop mengingat di tahun 2016 omset penjualan barang koleksi naik 59,5 persen.

Kalau kalian sendiri gimana guys? Lebih senang beli game fisik, atau mengunduh langsung? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar yah.

Sumber artikel:metronews.com, engadget.com

FACEBOOK: Duniagames
INSTAGRAM: duniagames.co.id
LINE@: @duniagames