Dunia Games

PlayerUnknown's Battleground Dihujat Habis-Habisan oleh Pemainnya

Hanya dalam waktu singkat, PlayerUnkown's Battleground telah berubah dari game yang paling disukai menjadi paling dibenci.

Semenjak kemunculannya di awal tahun 2017 lalu PlayerUnknown's Battleground telah menjadi sebuah 'monster' yang berhasil menguasai Steam. Namun, apakah kamu tahu kalau belum lama ini rating game tersebut telah berubah menjadi negatif?

Perubahan dari rating sebuah game secara drastis sangat jarang terjadi, apalagi jika kita mengingat PlayerUnknown's Battleground adalah game yang sempat mengalahkan kepopuleran Dota 2. Ada beberapa alasan mengapa hal seperti ini pada umumnya terjadi, mulai dari fitur yang tidak diimplementasikan dengan benar, port yang buruk, atau ada sebuah peraturan baru yang merugikan pemainnya. Dalam kasus Player Unknown's Battleground, masalahnya ternyata jauh lebih rumit daripada semua alasan tersebut.

Sumber gambar: Store.steampowered.com

Berkat update yang dilakukan oleh Valve terhadap sistem mereka, sekarang para penggunanya dapat melihat grafik dari review sebuah game, dan dari sini juga kita bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya membuat PlayerUnknown's Battleground dibenci oleh banyak orang.

Masalah pertama adalah 'Stream Sniping', sebuah aktifitas di mana seorang pemain menyaksikan live-stream pemain lain di Twitch untuk mengetahui lokasi orang tersebut. Walaupun para pemain yang diduga melakukan hal ini mendapatkan banned, orang yang berhak dijatuhkan vonis adalah para pemilik stream. Hal ini membuat ada banyak sekali pemain yang mendapat banned tanpa alasan, dan banyak orang merasa para streamer justru merugikan pemain lainnya.

Selain masalah stream sniping tersebut, masalah lainnya adalah keterbatasan layanan yang disediakan oleh Bluehole. Tidak adanya server khusus untuk para pemain Cina telah memaksa mereka untuk menggunakan jasa pihak ketiga demi mengurangi lag saat bermain, dan hal ini menjadi sebuah masalah besar karena para pemainnya secara terpaksa harus mengeluarkan uang seharga game aslinya demi bisa bermain secara normal.

Masalah server ini menjadi bertambah besar setelah muncul update baru pada tanggal 26 September 2017. Update tersebut telah menghapus pilihan lokasi bermain, sehingga para pemainnya tidak lagi bisa memilih untuk bermain dalam server yang paling dekat dengan lokasi mereka. Ditambah lagi, Bluehole juga meletakan sebuah 'iklan' yang menganjurkan para pemain Cina untuk menggunakan jaringan 'resmi' yang telah mereka sediakan. Hal ini tentu saja semakin membuat para pemain Cina marah, karena sekarang mereka tidak punya pilihan lain selain membayar uang tambahan kepada Bluehole atau kepada pihak ketiga yang juga bisa menyediakan jasa tersebut.

Sebenarnya mencoba untuk mencari uang bukanlah hal yang salah, namun, cara yang dilakukan oleh Bluehole sama saja dengan memeras para pemain asal Cina dua kali lebih banyak daripada pemain biasa. Namun, kita juga harus mengingat bahwa PlayerUnknown's Battleground adalah sebuah game baru, dan kemungkinan adanya perubahan dan server baru masih sangat mungkin terjadi.

Tidak ingin ketinggalan berbagai berita menarik lainnya dari PlayerUnknown's Battleground dan game-game keren lainnya? Jangan lupa mengikuti media sosial DuniaGames untuk info-info seputar game lainnya ya!

Sumber gambar utama: Alpha Coders

FANPAGE FACEBOOK: Duniagames
INSTAGRAM: duniagames.co.id
Youtube: Dunia Games
LINE@: @duniagames

Voucher

Free Fire
Mulai dari harga
Rp 2.500
Arena of Valor
Mulai dari harga
Rp 2.500
Mobile Legends
Mulai dari harga
Rp 1.500
ShellFire
Mulai dari harga
Rp 3.000
Garena Shell
Mulai dari harga
Rp 12.500

Komentar () Jadi yang pertama memberikan komentar!

Balasan untuk: {{ replied_comment.user.name }} {{ replied_comment.updatedAtForHumans }} Hapus

Silakan Login untuk menulis komentar

{{ r.user.name }} {{ r.updatedAtForHumans }}

{{ re.user.name }} {{ re.updatedAtForHumans }}