Dunia Games

Farewell Koala! Farand 'Koala" Kowara Nyatakan Pensiun Pasca Musim Kompetisi Dota 2018

RRQ.Koala menyatakan bahwa musim ini akan jadi musim kompetisi terakhirnya. Apa alasan pensiunnya? Simak di sini!

Setelah sekitar 9 tahun menjadi seorang player di kancah esport Dota Indonesia, Farand ‘Koala’ Kowara akhirnya putuskan akan pensiun pada akhir musim kompetitif tahun ini. Hal tersebut ia ungkapkan sendiri dalam sebuah status Facebook yang ia posting pada 1 November kemarin.

Pada status tersebut, kapten sekaligus pemain offlane divisi Dota Rex Regum Qeon ini mengatakan bahwa musim ini (Dota Pro Circuit 2018) mungkin akan jadi musim terakhir ia bermain Dota secara kompetitif. Lewat status tersebut pun ia mengucapkan terima kasih kepada para suporter dan penggemar yang sudah mendukungnya selama ini.


Sumber: Facebook pribadi Koala

Bicara soal salah satu legenda kancah kompetitif Dota di Indonesia, Koala mungkin bisa dibilang sebagai salah satunya. Ia sudah bermain di kancah kompetitif Dota sejak 2008 ketika masih belum ada Dota 2. Ketika itu ia bermain bersama Tim XcN dan bahkan sampai cukup beruntung dilirik oleh salah satu organisasi esport asal Inggris, Fnatic.

Memasuki era Dota 2, ia bermain dengan Tim Rex Regum Qeon dan berhasil meraih banyak prestasi. Meski mungkin tak bisa tampil baik, tapi pada tahun 2014 Rex Regum Qeon bisa dibilang jadi tim Indonesia pertama yang diundang untuk main di kualifikasi SEA pada The International 2014.


Sumber: Facebook pribadi Koala

Redaksi DuniaGames sendiri sempat berbincang-bincang dengan Koala seputar rencana pensiunnya. Ia pun sedikit cerita soal alasan pensiunnya dan sedikit seputar esport di Indonesia. Ia mengatakan bahwa alasan pertama ia pensiun adalah usianya. Usia Kowara sendiri memang tak lagi muda. Mengutip dari situs Liquidpedia, ia lahir pada 21 April 1988 yang berarti tahun ini saja dia sudah berusia 29 tahun.

Lalu alasan berikutnya ia juga mengatakan bahwa ia ingin melihat ada regenerasi pemain esport Dota di Indonesia. Kalau kamu mengamati kancah kompetitif Dota di Indonesia, kamu mungkin sadar bahwa pemain yang benar-benar jago dan ingin main serius di kancah kompetitif Dota tak bisa dibilang banyak


Koala bersama dengan Lakuci ketika bersama Tim Fnatic pada zaman DotA Warcraft. Sumber: forum-en.msi.com

Bahkan ketika melihat sebuah kompetisi Dota, beberapa dari kamu mungkin merasakan bahwa tim pemenang biasanya akan RRQ lagi, BOOM ID lagi, atau EVOS lagi. Atau ketika kamu melihat sosok pemain, kamu biasanya akan melihat InYourDream lagi, atau pemain yang itu-itu lagi.

Melihat masalah tersebut Koala sendiri merasa, yang kurang dari para pemain Dota di Indonesia adalah kekurangan passion untuk menjadi yang terbaik, dan juga kurangnya bimbingan dari mereka yang sudah lebih dulu menjadi pemain Dota profesional. Menilik permasalahan tersebut, Koala bahkan sempat mencoba mengadakan mini private coaching session agar dirinya bisa membantu regenerasi atlet esport Dota di Indonesia.

Ketika ditanyakan seputar karir setelah pensiun sebagai pemain, Koala mengatakan bahwa mugnkin nantinya karir dirinya tak jauh dari kancah kompetitif Dota di Indonesia. “Mungkin coaching mungkin jadi talent (shoutcaster) mungkin streaming,” ujar Koala dalam obrolannya bersama kami via Facebook.


Sumber: gosugamers.net

Koala mengaku juga ada keinginan untuk membuat usaha sendiri setelah ia punya modal yang cukup. “Sambil ngumpulin duit buat usaha sendiri,” tambah Koala setelah bicara soal keinginannya menjadi coach atau jadi talent di kancah kompetitif Dota.

Terakhir Koala memberi sedikit pesan kepada teman-teman yang sedang merintis atau ingin jadi seorang atlet esport. “Jangan tinggakan sekolah hanya untuk bermain game, bagaimana pun ijazah itu penting.” Pesan Koala kepada mereka yang ingin menjadi seorang atlet esport.

Mari kita doakan yang terbaik untuk Koala ke depannya ya! Kepingin tahu berbagai berita dan cerita terbaru seputar esport lokal dan internasional? Ikuti terus media sosial duniagames.co.id ya!

FANPAGE FACEBOOK: Duniagames
INSTAGRAM: duniagames.co.id
LINE@: @duniagames

Voucher

Free Fire
Mulai dari harga
Rp 2.500
Arena of Valor
Mulai dari harga
Rp 2.500
Mobile Legends
Mulai dari harga
Rp 3.000
ShellFire
Mulai dari harga
Rp 3.000
Garena Shell
Mulai dari harga
Rp 12.500

Komentar () Jadi yang pertama memberikan komentar!

Balasan untuk: {{ replied_comment.user.name }} {{ replied_comment.updatedAtForHumans }} Hapus

Silakan Login untuk menulis komentar

{{ r.user.name }} {{ r.updatedAtForHumans }}

{{ re.user.name }} {{ re.updatedAtForHumans }}