Dunia Games

Lima Alasan Mengapa Film Adaptasi Video Game Selalu Tak Sesuai dengan Harapan

Berharap video game diangkat menjadi sebuah film, tapi ketika sudah rilis malah tak sesuai harapan. Kenapa ya?

Industri hiburan, dalam hal ini perfilman, memang tak pernah habis menelurkan inovasi dan ide-ide baru. Tetapi bagaimana bila produk kreatif (film) yang dihasilkan dari inovasi dan ide baru tersebut ternyata tak sesuai dengan harapan pasar? Nah, hal ini salah satunya terjadi pada film-film adaptasi video game. Dari sekian banyak film adaptasi video game yang dirilis banyak di antaranya ternyata tak memenuhi ekspektasi pasar; hasilnya, pemasukan dari film tersebut kurang maksimal. Nah, kenapa banyak studio film gagal memenuhi ekspektasi pasar, padahal game-nya sendiri laris bak kacang goreng? Berikut ini adalah 5 alasan mengapa film adaptasi video game banyak yang tak sesuai dengan harapan.

1. Keluar dari Konsep 

Sumber gambar: variety.com

Film Hitman dan Assassin's Creed merupakan contoh dari film adaptasi video game yang keluar dari jalurnya. Kedua film tersebut yang harusnya mendekati konsep yang telah diusung dalam video game, justru melupakan poin-poin penting yang telah dibangun oleh franchise-nya. Kedua film tadi diangkat dari video game bergenre stealth yang menjadikan karakter utamanya sebagai pembunuh berdarah dingin. Akan tetapi yang disajikan dalam filmnya, terlalu banyak aksi secara terang-terangan sehingga keluar dari konsep video game itu sendiri.

2. Terlalu Banyak Materi yang Diubah

Sumber gambar: blood-disgusting.com

Dua kecenderungan yang biasanya terjadi pada sebuah film adaptasi game; antara mengikuti materi yang sudah disuguhkan lewat video game-nya, atau membuat materi baru yang tak berhubungan dengan game-nya. Salah satu contoh film yang tak mengikuti materi dari game-nya adalah Resident Evil. Film ini pada awalnya memang meraih kesuksesan karena para fans jadi bisa membayangkan bagaimana suasana game Resident Evil bila ada di dunia nyata. Sayangnya semakin ke sini serial film Resident Evil justru malah berpusat pada sosok Alice yang diperankan oleh aktris Milla Jovovich. Bahkan beberapa karakter dari video game seperti Chris Redfield maupun Claire Redfield diubah kepribadiannya untuk menyesuaikan dengan karakter Alice.

Perubahan materi dalam film adaptasi video game memang bertujuan untuk menghadirkan suatu kreasi yang baru, tetapi apa yang terjadi dalam film Resident Evil justru kini tak bisa lagi dinikmati oleh para penggemar game survival horror tersebut. Film adaptasi semestinya harus bisa memercayai elemen apa saja yang bisa membuat video game tersebut disukai sebelum diangkat menjadi sebuah film.

BACA JUGA >> 10 Film Adaptasi Game yang Dikabarkan Tengah Dikerjakan Saat Ini

3. Hanya Mengandalkan Satu Elemen Saja

Sumber gambar: ubisoft.com

Seperti yang kalian ketahui dalam video game banyak elemen mengapa sebuah game bisa digemari oleh gamer; mulai dari gameplay, cerita, karakter, musik, latar, dan banyak lainnya. Akan tetapi film adaptasi video game justru banyak yang tak memasukkan elemen tersebut. Mereka hanya memasukkan sedikit elemen saja di dalam filmnya, padahal banyak fans justru ingin melihat elemen-elemen yang ada di game dimasukkan pula di dalam filmnya. Film Asassin's Creed sendiri misalnya, hanya mengandalkan cerita asal-usul seorang assassin tapi melupakan berbagai elemen penting yang membuat game-nya begitu digemari.

Lanjut ke halaman berikutnya yuk!

Halaman : 1 2

Voucher

Free Fire
Mulai dari harga
Rp 2.500
Arena of Valor
Mulai dari harga
Rp 2.500
Mobile Legends
Mulai dari harga
Rp 3.000
ShellFire
Mulai dari harga
Rp 3.000
Garena Shell
Mulai dari harga
Rp 12.500

Komentar () Jadi yang pertama memberikan komentar!

Balasan untuk: {{ replied_comment.user.name }} {{ replied_comment.updatedAtForHumans }} Hapus

Silakan Login untuk menulis komentar

{{ r.user.name }} {{ r.updatedAtForHumans }}

{{ re.user.name }} {{ re.updatedAtForHumans }}