Dunia Games

[OPINI] PUBG Sukses dan Laku Keras, Tapi Apa Harus Menjadi eSports?

Belakangan PUBG sangat laku, dan memunculkan berbagai turnamen eSports. Tapi apakah dengan suksesnya PUBG, berarti game ini harus jadi game eSports?

Mesin pesawat kargo meraung dengan kencang, lalu sesaat setelah itu rombogan pemain pun terjun ke tempat yang dirasa cocok untuk bertahan hidup. Tugas pemain di sini sederhana, menjadi orang yang terakhir bertahan hidup. Tapi sebelum itu pungut dulu apapun yang kamu temui supaya bisa digunakan untuk bertahan hidup. Ambil apapun yang ada mulai dari senjata api semi otomatis, rompi anti peluru, helm, sepeda motor, sampai wajan, yang siapa tahu berguna untuk melindungi diri kamu dari peluru ataupun untuk menyerang musuh.

Yup, tahun 2017 bisa dibilang jadi tahun bagi game dengan tema battle arena. Game seperti ini mungkin tak punya banyak cerita tapi menyajikan begitu banyak aksi, terutama bila pemain yang tersisa di semakin sedikit dan arena permainannya semakin sempit. Semua fenomena game battle arena ini, dan suasana mendebarkan di paragaraf pertama tadi, bermuara di sebuah game berjudul Player Unknown’s Battlegrounds.

Sesaat setelah diluncurkan, PUBG langsung melesat menjadi game ketiga yang paling banyak ditonton di Twitch bahkan sempat mengalahkan jumlah penonton League of Legends, yang notabene merupakan game MOBA paling populer di dunia. Ketika itu PUBG padahal masih dalam fase early access atau open beta, tapi dalam waktu 1 bulan saja, game ini sudah terjual sebanyak 1 juta kopi!


Sumber: wccoftech

Kesuksesan ini bahkan menendang kesuksesan salah satu game MOBA yang sudah cukup lama jadi favorit di Indonesia, Dota. Beberapa waktu lalu total pemain aktif PUBG bahkan sempat mengalahkan Dota 2. Melihat fenomena ini, segera game ini pun mendapat perhatian dari industri eSports.

Mengingat game ini yang memang sifatnya kompetitif juga jadi hype di kalangan gamer, pelaku industri eSports pun berpikir, mengapa tidak jadikan PUBG sebagai salah satu cabang eSports? Seketika PUBG pun turut menjadi game eSports, ESL salah satunya, yang terbilang pertama kali mencoba membuat kompetisi PUBG lewat event gamescom; selain itu ada Intel lewat event Intel Extreme Masters: Oakland, bahkan kalau di Korea Selatan sana, penyelenggara bernama Afreeca TV sudah punya rencana buat liga PUBG dan berinvestasi untuk membuat arena sendiri.

Merebaknya fenomena larisnya PUBG, dan kini fenomena PUBG menjadi eSports, memunculkan pertanyaan tersendiri. Memang PUBG sukses dan laku keras di kalangan gamer, tapi apakah game ini juga harus dimasukkan game eSports? Bisa dibilang game ini sendiri sebenarnya sudah cukup seru dan tetap hype tanpa harus punya kompetisi eSports sendiri. Ketika PUBG dijadikan eSports, para pelaku industri eSports seolah memaksa game ini menjadi bagian dari kompetisi dengan segala keterbatasannya, setidaknya untuk saat ini.

Lanjut bahasannya di halaman 2 gaes!

Halaman : 1 2 3

Voucher Games

Free Fire
Mulai dari harga
Rp 2.500
PUBG
Mulai dari harga
Rp 0
Arena of Valor
Mulai dari harga
Rp 2.500
Mobile Legends
Mulai dari harga
Rp 1.500
ShellFire
Mulai dari harga
Rp 3.000

Komentar () Jadi yang pertama memberikan komentar!

Balasan untuk: {{ replied_comment.user.name }} {{ replied_comment.updatedAtForHumans }} Hapus

Silakan Login untuk menulis komentar

{{ r.user.name }} {{ r.updatedAtForHumans }}

{{ re.user.name }} {{ re.updatedAtForHumans }}