Dunia Games

[OPINI] Mengapa Membenci Dunia Ninja Boruto Berarti Membenci Cita-Cita Naruto dan Masashi Kishimoto

Kamu membenci anime Boruto karena dunia ninja Boruto kini terlalu damai dan canggih? Coba pikirkan melalui sudut pandang Naruto dan Masashi Kishimoto!

Belakangan penayangan anime Boruto sempat mendapatkan reaksi campur-aduk di antara penggemar Naruto; di mana kurang-lebih sebagian besar alasan membencinya adalah karena dunia ninja Boruto kini terasa terlalu membosankan atau terlalu banyak teknologi canggih di dalamnya.

Mengesampingkan pacing yang bisa dibilang agak lambat atau ide-ide menarik yang sayangnya tidak (atau belum) terealisasikan, berikut adalah alasan kenapa kamu sebaiknya tidak langsung begitu saja membenci dunia ninja Boruto modern! 

"Dunia Ninja Boruto Terlalu Damai!"

Masashi Kishimoto/Shueisha/Studio Pierrot

Kalau kamu merasa Boruto tidak seru karena ninja generasi baru bisa hidup terlalu nyaman, coba lihat dari sudut pandang seperti ini: inti dari Perang Dunia Shinobi Keempat adalah untuk memastikan bahwa tidak akan terjadi lagi perang di generasi berikutnya. Perang Dunia Shinobi Keempat menunjukkan bagaimana lima kekuatan besar yang saling berkonflik akhirnya bisa menyatukan kekuatannya demi menghadapi ancaman bersama.

Kemudian Naruto bersama empat Kage lainnya; Chojuro, Kurotsuchi, Darui, dan Gaara; yang semua terlibat dalam Perang Dunia Shinobi terus bekerja keras setelah mengambil alih posisi para pendahulunya demi memastikan jalinan persahabatan baru antardesa dan juga antarnegara tetap terjaga dengan baik serta saling mendukung.

Jiraiya tewas untuk hal itu. Neji mengorbankan nyawanya untuk hal itu. Shikaku, Inoichi, Mabui, semua orang di Markas Aliansi Shinobi bertarung untuk tujuan yang sama. Mereka semua mengorbankan diri demi terwujudnya perdamaian.

Masashi Kishimoto/Shueisha/Studio Pierrot

Jika anime Boruto malah mengambil cerita di dunia yang masih dipenuhi peperangan dan penderitaan di mana-mana, berarti Naruto tidak hanya gagal sebagai karakter utama ataupun Hokage dalam menepati janji pada teman-teman yang sudah meninggalkannya -- tetapi juga sebagai orang tua yang tidak mampu melindungi keluarganya.

Bahkan perdamaian dunia merupakan akar terbentuknya desa-desa ninja serta merupakan cita-cita awal Hashirama Senju dan Madara Uchiha. Jika ingin ditarik lebih jauh lagi, ninjutsu -- atau dulunya ninshu -- diciptakan oleh Hagoromo Otsutsuki agar umat manusia bisa saling memahami satu sama lain menggunakan kekuatan chakra.

Naruto berhasil meraih cita-cita para leluhurnya. Setelah melalui penderitaan dan pengorbanan seumur hidupnya Naruto bersama orang-orang yang mendukungnya berhasil mewujudkan masa depan yang tidak pernah terbayangkan oleh siapapun sebelumnya.

Masashi Kishimoto/Shueisha/Studio Pierrot

Jika Naruto harus 'membayar' perdamaian dunia dan kehidupan tentram bagi seluruh keluarga Desa Konohagakure dengan membiarkan anak laki-laki hidup manja dan membenci ayahnya sendiri, maka Naruto dengan rela pasti akan membayarnya.

Toh di bagian akhir film Boruto: Naruto the Movie si ninja cilik itu akhirnya memahami perjuangan hidup Naruto dan masalah hubungan antara ayah-anak itu pun terbukti terselesaikan. Apakah kamu bisa sepertinya, memahami mengapa era baru dunia ninja ini tidak lagi harus dipenuhi pertumpahan darah?

Baca Juga: >> Penuh Potensi! Tiga Hal Ini Harus Dikembangkan oleh Anime Boruto Supaya Bisa Lebih Seru dari Naruto!

"Nggak ah, aku nggak suka Boruto karena dunianya jadi terlalu modern aja!", nah berarti kamu harus membaca alasan kenapa 'kecanggihan' anime Boruto bukan hal aneh di halaman dua!