Dunia Games

[FEATURE] Japan-cyclopedia: OVA, OAV, OAD, dan ONA; Apa Saja Arti Kategori Anime Tiga Huruf Ini?

Penggemar anime pasti sering mendengar istilah OVA, OAV, ONA, dan OAD. Apa saja sih sebenarnya kepanjangan dan arti dari istilah anime itu?

Kalau kamu sering mengikuti jadwal tayang anime tiap musim, pasti kamu sering lihat tulisan 'OVA' baik di judul anime-nya sendiri atau dari kategori situs anime yang kamu buka. Lalu ada lagi kependekan-kependekan lainnya; OAD, ONA, sampai OAV -- yang terlihat mirip banget sama OVA cuma dibalik-balik saja! Mungkin kamu sempat bingung, "Apa arti semua istilah itu?".

Sebenarnya sebutan OVA dan kawan-kawan singkatannya itu muncul berdasarkan jalur distribusi sebuah anime, loh. Ya tentu saja karena anime-anime yang kita nikmati di Indonesia biasanya cuma dari tayangan televisi atau stream/download dari internet saja, jadinya perbedaan antara OVA, OAV, OAD, dan ONA sama sekali tidak terasa!

Nah karena itu pada kesempatan kali ini, mari kita coba bongkar satu per satu tiap kategorisasi anime tersebut.

Apa Itu OVA? Apa Bedanya dengan OAV?

photopassjapan.com

Kedua istilah itu sebenarnya bisa saling tukar, karena intinya sama saja: OVA adalah Original Video Animation dan OAV adalah Original Animation Video. Dua-duanya berarti 'animasi orisinal yang terbit di video'. "Terus kenapa bisa ada dua nama? Dan namanya juga animasi, ya pasti bentuknya video, kan?", mungkin kamu bertanya-tanya. Sabar, kita jawab satu-satu.

Pertama, kata 'video' di sini bukan bentuk tayangannya; tapi media distribusinya. Jadi anime yang terhitung sebagai OVA adalah anime yang dirilis dalam bentuk fisik -- kaset VHS, Betamax, CD, DVD, HD-DVD, Blu-ray, atau apa lah -- tanpa harus tayang sebagai siaran TV atau di layar lebar terlebih dahulu.

Kedua, awalnya istilah OAV yang lebih dulu digunakan. Hanya saja karena orang-orang jadi salah kaprah dengan kependekan lain seperti adult video/video dewasa atau kabel A/V (audio/video) untuk perangkat elektronik, akhirnya dipakai lah sebutan OVA yang lebih tidak membingungkan. Sudah jelas kan sekarang? OVA atau OAV, mana saja tidak masalah!

Karena tidak tayang di TV (dan tidak harus mengikuti jadwal siaran yang ketat), kualitas animasi dan produksi dalam OVA bisa lebih bagus dari anime pada umumnya berkat anggaran yang lebih besar serta waktu pengerjaannya pun lebih lama.

Hal lain yang membedakannya dari anime biasa -- terutama untuk anime adaptasi novel, manga, atau game -- OVA umumnya memiliki cerita baru yang tidak ada di sumber aslinya. Ceritanya bisa dibuat prekuel, sekuel, cerita sampingan untuk karakter lain, spin-off, atau parodi dari serial aslinya.

OVA seringkali juga dipakai untuk bonus tambahan dari manga atau novel edisi/terbitan khusus. OVA eksklusif macam ini kemudian akan mengangkat cerita asli yang tidak sempat dimasukkan ke dalam serial anime utamanya; Kuroko no Basket: Baka ja Katenai no yo! misalnya yang mengambil cerita sampingan dari jilid kelima manga-nya.

Baca Juga: >> Japan-cyclopedia: 3 Alasan Kenapa Cewek Anime Remaja Cantik Sering Jadi Karakter Utama

Alasan Mengapa Kadang Anime Hanya Dirilis Sebagai OVA

Tamiki Wakaki/Shogakukan/Manglobe

Anime yang tayang di Jepang sebagian besar merupakan 'TV anime' dan dinilai sebagai bangumi atau acara TV biasa. Maka dari itu supaya bisa disiarkan dengan lancar di stasiun-stasiun TV nasional mereka harus mengikuti sejumlah peraturan-peraturan tertentu!

Selain urusan sensor, durasi penayangan juga dipermasalahkan. Umumnya satu episode anime TV berdurasi sekitar 20 menit dan hanya tayang seminggu sekali; mengesampingkan kasus-kasus tertentu seperti episode spesial atau OVA promosi.

Jadwal tayangnya pun biasanya ditentukan per musim; kecuali anime yang luar biasa populer seperti Dragon Ball, Naruto atau Boruto, One Piece, dan anime anak-anak macam Doraemon; di mana ada empat musim dalam satu tahun. Satu tahun kurang-lebih memiliki 52 minggu. Dan jika dibagi empat maka anime TV harus menayangkan 12 atau 13 episode tiap musimnya.

Neko Works/Sekai Project

Biasanya para sutradara dan staf studio anime bisa mengakali isu semacam ini dengan mengotak-atik pacing cerita (jadi jangan kebanyakan protes soal filler, karena kadang studio anime hanya berusaha memenuhi kewajiban mereka). Namun kadang pula persyaratan tayang di TV bisa terasa merepotkan atau adaptasi manga/novel/game-nya tidak sesuai atau bisa dibuat untuk belasan episode.

Akhirnya anime-anime outlier seperti itu pun diterbitkan langsung sebagai OVA; dalam bentuk fisik lewat VHS, DVD, atau Blu-ray. Karena pengerjaannya lebih bebas jumlah episodenya tentu bisa lebih beragam. Entah hanya satu saja, atau tiga atau lima. Anime bertema dewasa akhirnya juga banyak yang beredar sebagai OVA.

Contoh beberapa OVA populer masa kini:

  1. Hunter x Hunter: Greed Island
  2. Shingeki no Kyojin: Lost Girls
  3. Haikyuu!!: vs "Akaten"
  4. FLCL

Baca Juga: >> Jangan Cuma Ditonton! 10 Anime Seru Ini Ternyata Diadaptasi dari Video Game Loh

Lalu apa artinya OAD dan ONA? Yuk langsung cari tahu jawabannya di halaman dua!

Voucher Games

Free Fire
Mulai dari harga
Rp 2.500
Arena of Valor
Mulai dari harga
Rp 2.500
Mobile Legends
Mulai dari harga
Rp 1.500
ShellFire
Mulai dari harga
Rp 3.000
Garena Shell
Mulai dari harga
Rp 12.500

Komentar () Jadi yang pertama memberikan komentar!

Balasan untuk: {{ replied_comment.user.name }} {{ replied_comment.updatedAtForHumans }} Hapus

Silakan Login untuk menulis komentar

{{ r.user.name }} {{ r.updatedAtForHumans }}

{{ re.user.name }} {{ re.updatedAtForHumans }}