Dunia Games

Walah, Jepang Siap Blokir Situs Manga Ilegal! Bagaimana dengan Indonesia?

Dianggap dapat 'memusnahkan budaya lokal', pemerintah Jepang galakkan gerakan blokir situs manga! Apakah tindakan ini akan menyebar ke negara lain?

Masalah pembajakan manga dan anime memang dihadapi oleh berbagai negara. Tidak terkecuali Jepang, yang dikatakan akan menggalakkan gerakan blokir situs manga dan anime ilegal. Menurut surat kabar setempat Mainichi Shimbun, saat ini pemerintah Jepang sedang sibuk meminta perusahaan-perusahaan penyedia layanan internet untuk menutup akses pada berbagai situs yang dianggap menyebarkan manga, majalah, buku, dan cetakan lain tanpa seizin pemegang hak cipta.

Selain itu pihak pemerintah Jepang dikabarkan akan menggelar rapat kabinet anti-tindak kriminal, yang kemudian diikuti oleh pengumuman resmi mengenai rencana blokir situs manga mereka serta pengumuman akan tiga nama situs yang diduga kuat merupakan pelaku utama; di mana dua dari mereka beroperasi dari wilayah Tiongkok.

Mainichi Shimbun juga melaporkan sejak tiga situs manga ilegal itu mengalami lonjakan pengguna dari bulan Agustus 2017 lalu, penjualan komik digital ikut menurun.

dannycho.com

Masalah pembajakan anime dan manga ini bahkan mendorong Asosiasi Kartunis Jepang (Nippon Manga Kyokai) untuk membuat pernyataan langsung bulan Februari 2018 kemarin, meminta para penikmat manga untuk memikirkan kembali dari mana 'datangnya' komik yang mereka baca:

"Melalui perkembangan teknologi seperti PC dan ponsel, cara manga dibaca telah berubah secara dramatis. Kini cara pembaca mendapatkan konten telah menjadi jauh lebih mudah dari sebelumnya, dan kami percaya ini adalah hal yang menakjubkan," buka Nippon Manga Kyokai.

"Namun, penting bagi pencipta dan pembaca untuk terhubung dengan kuat dalam siklus [menciptakan dan menikmati karya]. Sayangnya, belakangan kami para pencipta semakin terdorong keluar dari siklus itu. Faktanya posisi itu kini diambil-alih oleh situs pembajak yang tidak memiliki hubungan terhadap andil pembuatan karya-karya ini dan mengejar keuntungan moneter,"

"Jika keadaan seperti sekarang terus berlanjut, maka ini akan mengikis ketahanan berbagai aspek dari budaya Jepang, dan akhirnya mereka akan musnah. Itu adalah kemungkinan yang sangat kami takuti," tutup organisasi yang berdiri sejak 1940 itu.

ubergizmo.com

Akan tetapi Mainichi Shimbun sendiri mengatakan kalau secara hukum belum pernah dilakukan pemblokiran situs yang semena-mena melalui penyedia layanan internet; bahkan tindakan itu dianggap dapat melanggar kebebasan berkomunikasi dan berperan sebagai penyensoran belaka.

Di sisi lain pemerintah Jepang berargumen blokir situs manga harus dilakukan karena halaman-halaman itu merupakan pelanggar Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) serta merugikan dan melukai baik penerbit maupun pencipta konten, dan tindakan pemblokiran situs akan diperbolehkan secara hukum berkat salah satu pasal dalam hukum pidana Negeri Sakura itu.

Baca Juga: >> Japan-cyclopedia: Penjelasan Doujinshi, dari Fans untuk Fans dan Bukan Cuma Konten Dewasa!

Voucher Games

Free Fire
Mulai dari harga
Rp 2.500
Arena of Valor
Mulai dari harga
Rp 2.500
Mobile Legends
Mulai dari harga
Rp 1.500
ShellFire
Mulai dari harga
Rp 3.000
Garena Shell
Mulai dari harga
Rp 12.500

Komentar () Jadi yang pertama memberikan komentar!

Balasan untuk: {{ replied_comment.user.name }} {{ replied_comment.updatedAtForHumans }} Hapus

Silakan Login untuk menulis komentar

{{ r.user.name }} {{ r.updatedAtForHumans }}

{{ re.user.name }} {{ re.updatedAtForHumans }}