Dunia Games

[REVIEW] Kurang-Lebih: Batman Ninja, Aksi Memukau Kesatria Kegelapan di Zaman Jepang Kuno

Ninja kok Batman? Walaupun anime Batman Ninja ini merupakan kombinasi unik, tapi tetap merupakan tontonan asyik! Simak kelebihan dan kekurangannya!

Tiga Kekurangan Batman Ninja:

1. Musik dan Efek Suara Sangat Pelan

Warner Bros. Animation/DC Entertainment/Kamikaze Douga/Yamatoworks/Barnum Studio

Anehnya, kalau kamu menonton Batman Ninja dalam bahasa Inggris entah mengapa hanya suara karakter saja yang terdengar kencang -- suara lain seperti efek suara pedang dan pukulan maupun musik pengiring terdengar amat pelan. Tentunya hal ini memiliki imbas yang cukup besar pada sejumlah adegan aksi yang ditampilkan dalam Batman Ninja karena menjadi terlalu sepi. Padahal mixing efek suara dan musik latarnya terdengar stabil dalam versi bahasa Jepangnya!

2. Bagaimana Pun Masih 3D...

Warner Bros. Animation/DC Entertainment/Kamikaze Douga/Yamatoworks/Barnum Studio

Mungkin ada sebagian dari kamu yang merasa kurang sreg menonton anime bergrafis 3D CG. Walau kombinasi 3D dan 2D-nya terbilang sangat bagus, bagaimana pun juga anime ini utamanya digarap menggunakan gaya gambar tersebut sehingga tetap bisa menjadi poin minus. Dan bagi penonton yang jeli, trik 'frame rate rendah' (menganimasikan gerakan hanya sekitar 4-6 frame per detik) yang lazim digunakan animator 3D untuk meniru gaya animasi anime 2D yang patah-patah pun masih terasa cukup kentara; terutama dari mulut karakter ketika mereka berbicara.

3. Terlalu 'Jejepangan'

Warner Bros. Animation/DC Entertainment/Kamikaze Douga/Yamatoworks/Barnum Studio

Terakhir adalah poin yang mungkin seharusnya sudah bisa kamu antisipasi -- mengingat ceritanya adalah 'Batman Pergi ke Jepang' dan judulnya saja sudah Batman Ninja -- adalah tema yang bisa dibilang terlalu 'wibu'.

Bagi kamu yang lebih terbiasa melihat sang Ksatria Kegelapan beraksi di tengah kota sumpek penuh pencakar langit, zaman Edo Jepang dengan tampilan cerah mungkin akan terasa bagaikan culture shock. Belum lagi ditambah stereotipe anime yang terlalu umum dan mungkin membosankan seperti kostum 'ninja ala-ala', plot twist yang tidak perlu, bahkan kemunculan robot raksasa.

Baca Juga: >> [REVIEW] Kurang-Lebih: Avengers Infinity War, Awal dari 'Penutup' MCU yang Menggelegar!


Meski tidak ada yang perlu kamu harapkan dari segi cerita, tapi buat penggemar berat Batman yang ingin mencari tema baru, atau penggemar anime yang ingin sejauh mana melihat kemajuan dan kreativitas penggunaan grafis 3D dalam industri anime, kisah Batman Ninja cukup layak untuk dinikmati di kala senggang!

Bagaimana pendapat kamu dengan filmnya sendiri? Sampaikan di kolom komentar di bawah ya!

Sumber gambar utama: Warner Bros. Animation/DC Entertainment/Kamikaze Douga/Yamatoworks/Barnum Studio

FANPAGE FACEBOOK: Duniagames
INSTAGRAM: duniagames.co.id
Youtube: Dunia Games
LINE@: @duniagames

Voucher Games

Free Fire
Mulai dari harga
Rp 2.500
Arena of Valor
Mulai dari harga
Rp 2.500
Mobile Legends
Mulai dari harga
Rp 1.500
ShellFire
Mulai dari harga
Rp 3.000
PUBG
Mulai dari harga
Rp 0

Komentar () Jadi yang pertama memberikan komentar!

Balasan untuk: {{ replied_comment.user.name }} {{ replied_comment.updatedAtForHumans }} Hapus

Silakan Login untuk menulis komentar

{{ r.user.name }} {{ r.updatedAtForHumans }}

{{ re.user.name }} {{ re.updatedAtForHumans }}