Dunia Games

One Piece Sudah 80% Selesai, Eiichiro Oda Tidak Rencanakan Buat Sekuel

Cerita One Piece sudah mencapai titik 80% -- tandanya sebentar lagi tamat atau petualangan Luffy tetap berjalan lama karena Oda suka keasyikan?

Tidak terasa hidup kita sudah ditemani oleh petualangan Topi Jerami selama 20 tahun, ya? Eiichiro Oda sang mangaka pun membocorkan kalau cerita One Piece segera mendekati akhir dan dia tidak ingin membuat lanjutan ceritanya macam Boruto: Naruto the Next Generations atau Fairy Tail.

Dalam wawancaranya dengan salah satu koran terbesar di Jepang, Yomiuri Shinbun, Oda pun mengaku kalau kini cerita One Piece seharusnya segera tamat dan sudah mencapai tahap 80% dari selesai. Akan tetapi dia sendiri setuju kalau kisah petualangan Luffy ini berjalan lebih lama dari perkirannya sendiri.

Saat ditanya mengapa ceritanya sangat panjang, Oda hanya menjawab, "Semua karena karakter-karakternya bertindak sesuka hati mereka,"

"Awalnya aku berencana membuat [Luffy] mengumpulkan 10 nakama dalam waktu satu setengah tahun. Sudah memakan 20 tahun dan ceritanya sampai titik 80 persen, namun masih cuma ada sembilan anggota [di kru Topi Jerami]," lanjut mangaka kelahiran 1 Januari 1974 tersebut.

Sebagai catatan, Oda sudah sempat beberapa kali membocorkan 'kemajuan' dalam cerita One Piece; mencapai 50% di tahun 2010 lalu, 60% di tahun 2012, dan akhirnya 65% di tahun 2016 kemarin. Berarti sudah maju sebanyak 15% selama dua tahun, ya.

Jadi jika melihat perhitungan tersebut: 80% memakan 21 tahun. Berarti perjalanan satu tahun menghasilkan 3,8% lanjutan cerita. Maka kita setidaknya perlu lima tahun untuk mencapai 100%! Waduh, masih kuat nunggu, nggak?

okachi.fr

Sementara itu di wawancaranya yang termuat dalam majalah Weekly Shonen Jump edisi 34 yang terbit pada 20 Juli kemarin, Oda merasa memiliki rasa tanggung jawab yang besar pada karya ciptaannya tersebut; mengatakan meski para editor memohon-mohon agar dia melanjutkan cerita One Piece ketika sudah tamat nanti, dia tidak akan mau melakukannya. Oda merasa mengakhiri kisah buah pikirannya yang menjadi manga terpopuler di dunia itu merupakan suatu kebebasan yang berhak dia lakukan sendiri.

Dan meski One Piece sangat terkenal di seluruh dunia, Oda mengaku tidak sadar kalau kini karyanyalah yang terus membuat majalah Shonen Jump jadi populer. "Aku tidak punya kemampuan [untuk menjadi pemimpin majalah Jump]," bilangnya.

"Ketika [Osamu Akimoto]-sensei menamatkan Kochikame [judul manga Shonen Jump paling populer di Jepang yang beredar selama 40 tahun], aku jelas-jelas bilang pada para editor, 'Aku bisa menjadi mangaka andalan, tapi aku tidak bisa menjadi seorang kapten',"

"Akimoto-sensei adalah seorang kapten. Dia membaca majalah Jump tiap minggu, tahu manga buatan para mangaka baru, dan berbicara satu per satu di Pesta Tahun Baru [dengan mangaka baru], 'Kurasa bagian ini dari manga-mu itu menarik'. Aku tidak bisa melakukan hal seluar biasa itu. Apa yang bisa kulakukan adalah memimpin majalah Jump dalam meningkatkan penjualan. Sebagai mangaka andalan, hanya itu yang bisa kulakukan," pungkas pria beranak dua tersebut.

Ya, meskipun manga One Piece luar biasa populer tapi Eiichiro Oda tetap merasa kalau dia tidak bisa menjadi 'simbol'. Mungkin karena itulah dia merasa jika One Piece tamat maka cerita tersebut sebaiknya ditutup dengan penuh hormat daripada sekedar dipanjang-panjangkan demi memuaskan keinginan pembaca -- baik hasilnya bisa melampaui cerita aslinya maupun tidak.

Baca Juga: >> Teori One Piece: Cuplikan untuk One Piece Chapter 907 Bocorkan Ending Serial One Piece?!

https://imgur.com/a/8fDJgzx


Sumber gambar utama: Eiichiro Oda/Shueisha
Sumber: Okachi.fr / Reddit.comTwitter.com/SPManga1

FANPAGE FACEBOOK: Duniagames
INSTAGRAM: @duniagames.co.id
LINE@: @duniagames
YOUTUBE: Dunia Games