Dunia Games

[OPINI] XcN dan Counter-Strike, Awal Mula Bangkitnya eSports Indonesia

Esports Indonesia bisa dibilang bangkit dari sini: XcN, tim paling dominan dalam sejarah eSports Indonesia dan sesepuh FPS kompetitif Indonesia, CS!

Bagi pengikut eSports di Indonesia, mungkin kalian sering mendengar nama EXECUTIONER atau XcN. Tim ini baru saja dibentuk kembali pada akhir tahun 2017 kemarin dan mempunyai empat divisi yang bertanding di IESPL saat ini.

Namun apakah kalian tahu kalau XcN merupakan pionir dari eSports Indonesia -- sekaligus salah satu pelaku yang membuat stagnannya eSport di Indonesia pada masanya? Mau tahu cerita naik-turun lengkapnya? Langsung saja simak pembahasan DuniaGames kali ini!

Sumber: Kompas Tekno

Meski sudah terdapat kompetisi-kompetisi warnet untuk StarCraft dan Quake II di tahun 1999, eSport di Indonesia menurut penulis baru berkembang dan terlihat di tahun 2001 dengan adanya kompetisi-kompetisi lokal Counter-Strike dan majunya adopsi internet. Namun, perkembangan eSports di Indonesia pada waktu itu sangatlah lambat dikarenakan kurangnya animo masyarakat dan stigma yang menganggap game hanyalah hiburan belaka.

Hal lain yang mempengaruhi lambatnya perkembangan eSports di Indonesia adalah susahnya melakukan komunikasi; yang saat itu hanya mengandalkan Yahoo! Messenger, mIRC, forum-forum kecil, dan jumpa personal di warnet-warnet. Belum ada platform komunikasi-campur-komunitas bak Discord, Facebook, fitur Steam Community, dan lain-lain.

Sumber: Liquipedia

Perkembangan terbesar baru muncul pada tahun 2002 dimana untuk pertama kalinya turnamen bergengsi internasional World Cyber Games (WCG) mengundang Indonesia untuk membawa perwakilannya. Saat itu, Indonesia mengirimkan enam perwakilan yang masing-masing mewakili satu game, diantaranya yaitu 'bexacruiser' untuk game StarCraft: Brood War yang harus gugur di babak penyisihan grup.

Lalu apa peran XcN dalam semua ini? Peran XcN ada dalam WCG tahun berikutnya; menjadi perwakilan Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa. Pada debutnya, tim yang diciptakan oleh iMothed ini berhasil meraih posisi keenam di WCG. Sebuah pencapaian yang fantastis dan membuat mata pemain Counter-Strike Indonesia terkagum-kagum.

Namun, pencapaian XcN ini bagai pedang bermata dua.

Mereka sangat mendominasi panggung Counter-Strike Indonesia dari 2003 sampai 2010, dengan puncaknya yaitu juara dua dari Cyberathlete Professional League (CPL) 2005 di Singapura. Alhasil, semua tim lainnya seperti kehilangan semangat dalam berkompetisi karena takut melawan tim legendaris ini. Terlebih lagi, Indonesia pada waktu itu sedang 'dimabuk cinta' terhadap MMORPG Ragnarok Online. Meski Ragnarok Online juga berperan dalam mengembangkan rasa kompetisi komunitas, namun tidak mampu mengangkat kemajuan eSports di Tanah Air. Perkembangan eSport Indonesia pun melambat lagi dan menurut beberapa orang mengalami 'macet total'.

Sumber: Liquipedia Counter Strike

Setelah lama mendominasi eSport Indonesia, XcN mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Kemunduran ini disebabkan oleh mulai redupnya panggung eSport Counter-Strike 1.6 di Indonesia dan mulai terjadinya peralihan ke MOBA seperti Dota dan Heroes of Newerth; atau bahkan FPS lain seperti Point Blank. Namun kemunduran ini tidak berlangsung lama, karena XcN kembali mendominasi dunia FPS saat Counter-Strike Online (CSO) dan Counter Strike: Global Offensive (CS:GO) dirilis ke pasaran.

Namun bedanya, semangat kompetitif di Indonesia sudah bangkit kembali. Terbukti dengan kehadiran NextLevel, yang sekarang bernama Team>NXL, sebagai lawan berat dan saingan XcN di CSO dan akhirnya di CS:GO.

Melirik ke sekarang, nama XcN sendiri sedang regenerasi. Tidak ada lagi tim yang dominan dan sangat memengaruhi ranah eSport Indonesia seperti dulu. Hal ini terbilang bagus karena justru membuat semua tim, baik besar maupun kecil, ingin berkompetisi dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk menang. Tentunya hal itu penulis anggap sangat diperlukan untuk menjadikan eSports sukses di Indonesia.

Bagaimana, apakah kamu setuju? Pembahasan kali ini murni adalah opini dari penulis dan bila ada fakta yang keliru mohon diberikan penjelasan karena kita terbuka terhadap semua masukan dan diskusi! Follow media sosial dari DuniaGames untuk artikel seputar eSports dan game lainnya!

Baca Juga >> Diakui oleh Dunia! Berikut 4 Pemain eSports Indonesia yang Bermain di Tim Internasional!

Sumber gambar utama: Liquipedia Counter Strike.

FANPAGE FACEBOOK: Duniagames
INSTAGRAM: @duniagames.co.id
LINE@: @duniagames
YOUTUBE: Dunia Games

Voucher Games

Free Fire
Mulai dari harga
Rp 2.500
Arena of Valor
Mulai dari harga
Rp 2.500
Mobile Legends
Mulai dari harga
Rp 1.500
ShellFire
Mulai dari harga
Rp 3.000
PUBG
Mulai dari harga
Rp 0

Komentar () Jadi yang pertama memberikan komentar!

Balasan untuk: {{ replied_comment.user.name }} {{ replied_comment.updatedAtForHumans }} Hapus

Silakan Login untuk menulis komentar

{{ r.user.name }} {{ r.updatedAtForHumans }}

{{ re.user.name }} {{ re.updatedAtForHumans }}