AE Arfy Siap Hantam EMANN dan Kelra di Week 1 MPL ID S17
AE Arfy siap tunjukkan diri sebagai gold laner terbaik.
Mobile Legends | 27 March
Oleh DG Writer
Week 1 Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia Season 17 langsung menyajikan ujian sesungguhnya bagi Alter Ego Esports. Di tengah tema besar “Find the Formula”, Alter Ego justru datang sebagai salah satu tim yang sudah terlihat paling dekat dengan bentuk permainan ideal mereka.
Runner-up MPL ID Season 16 dan M7 World Championship ini tidak banyak melakukan perubahan roster. Stabilitas tersebut menjadi fondasi utama, ditambah dengan identitas gameplay agresif dan teamfight durability yang sudah terbukti efektif di musim sebelumnya.
Namun, ujian sesungguhnya tidak menunggu lama.
Di pekan pembuka, Alter Ego langsung dihadapkan pada dua laga berat: “Derbi STM” melawan Bigetron Esports, serta rematch panas kontra ONIC Esports—tim yang menggagalkan mereka di Grand Final MPL ID S16.
Dan di balik dua laga ini, satu nama jadi sorotan utama: Arifudin Dingarai Putra alias Arfy.
Duel Penentu: Arfy vs Dua Monster Filipina
Opening week ini bukan sekadar pertandingan biasa untuk Arfy. Ia langsung dihadapkan pada dua gold laner kelas dunia: John Paul Salonga dari Bigetron, dan Kelra yang kini berseragam ONIC.
Duel ini bukan hanya soal mekanik. Ini adalah panggung pembuktian.
Setelah tampil impresif hingga Grand Final M7, Arfy kini diuji untuk naik ke level berikutnya—menjadi “Gold Standard” baru di MPL ID. Status ini tidak diberikan secara instan, melainkan harus direbut lewat konsistensi, fleksibilitas, dan kemampuan membaca META yang terus berubah.
Menariknya, Arfy justru menyambut tantangan ini dengan penuh antusias.
"Saya sangat excited banget ketemu mereka berdua sih."
Bukan hanya sekadar percaya diri, Arfy juga menunjukkan rasa penasaran terhadap gaya bermain kedua lawannya—terutama potensi kejutan yang bisa mereka hadirkan di Land of Dawn.
"Saya penasaran EMANN akan main hero fighter apa lagi yang bakal dia keluarin. Tapi saya lebih penasaran dengan Kelra sih, soalnya dia baru saja pindah ke Indonesia kan, dan belum pernah ngerasain melawan dia," ujar Arfy.
Bukan Sekadar Menang Lane, Ini Soal Identitas
Yang membuat Arfy berbeda bukan hanya soal mekanik di lane, tetapi fleksibilitasnya dalam membaca kebutuhan tim. Di saat META tidak selalu berpihak pada marksman tradisional, ia justru mampu tampil solid menggunakan hero Fighter di gold lane.
Ini bukan sekadar improvisasi—ini adalah bagian dari formula Alter Ego.
Dengan pendekatan ini, Alter Ego menjadi salah satu tim yang paling sulit diprediksi. Mereka tidak terpaku pada template META, tetapi mampu menciptakan tekanan dari berbagai skenario draft.
Namun, satu hal yang menarik: Arfy tidak mengklaim formula tersebut sebagai miliknya sepenuhnya.
"Kalau saya tergantung Xepher mau kasih hero apa. Saya siap untuk diminta pick hero apapun," kata Arfy.
Pernyataan ini menegaskan satu hal penting: fleksibilitas Arfy bukan hanya soal skill individu, tetapi juga hasil dari sistem yang dibangun oleh sang pelatih, Yeb.
Ambisi Lebih Besar dari Sekadar Week 1
Meski spotlight tertuju pada duel melawan EMANN dan Kelra, target Arfy jauh melampaui itu. Ia tidak hanya ingin memenangkan pertandingan pembuka, tetapi juga mengincar gelar yang lebih besar.
Kepercayaan dirinya saat ini berada di titik tinggi, didukung pengalaman panjang dari MPL ID S16 hingga M7.
"Jujur saya sangat percaya diri dan siap banget buat MPL ID S17, karena target saya bukan hanya menjadi juara di sini, tetapi ingin menjadi juara di EWC (Esports World Cup) juga," tuturnya.
Ambisi ini menunjukkan bahwa Alter Ego tidak lagi berpikir jangka pendek. Mereka membangun momentum bukan hanya untuk liga domestik, tetapi juga untuk panggung global.
“Gold Standard” Masih Harus Dibuktikan
Meski banyak yang mulai menyematkan label “Gold Standard” kepada Arfy, sang pemain memilih untuk tetap membumi. Baginya, gelar tersebut tidak bisa diberikan tanpa bukti paling konkret: trofi.
"Menurut saya, selagi belum bisa mendapatkan gelar juara, masih belum bisa dibilang sebagai 'Gold Standard'," ucap Arfy.
Statement ini sekaligus menjadi garis tegas antara hype dan realita. Arfy tahu bahwa performa impresif saja tidak cukup—harus ada hasil akhir yang mengukuhkan status tersebut.
Ujian Awal, Penentu Arah Musim
Week 1 MPL ID S17 bukan sekadar pembuka. Ini adalah early indicator apakah formula Alter Ego benar-benar siap bersaing di level tertinggi.
Dua lawan berat, dua gaya bermain berbeda, dan dua gold laner elite akan menjadi tolok ukur sejauh mana Arfy bisa melangkah musim ini.
Jika mampu melewati EMANN dan Kelra, narasi “Gold Standard” bukan lagi sekadar wacana—melainkan awal dari legitimasi.
Sebaliknya, jika gagal, maka proses pencarian formula masih jauh dari kata selesai.
Satu hal yang pasti: semua mata akan tertuju pada gold lane Alter Ego di pekan pertama ini.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
Komentar ( 0 )
Please login to write a document.