Pembelian Cepat
5 min reading

Bedah Masalah ONIC, Gagal Lagi di M7

Masalah ONIC kami bedah setelah kegagalan mereka di M7.

Mobile Legends | 23 January

2026-01-23T09:17:37.000Z

Perjalanan ONIC Esports di M7 World Championship kembali berakhir dengan kekecewaan. Sebagai salah satu tim paling konsisten dan dominan di level regional, ONIC lagi-lagi gagal mewujudkan mimpi mengangkat trofi M Series. Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena datang di saat ekspektasi publik terhadap mereka kembali tinggi.

ONIC sebenarnya datang ke M7 dengan status yang cukup kuat. Gelar MPL ID Season 16 membuat mereka dipandang sebagai salah satu wakil Indonesia paling siap bersaing di level dunia. Namun seperti yang sudah sering terjadi di M Series sebelumnya, performa ONIC justru tidak mencapai puncaknya ketika berada di panggung global.

Kenyataan pahit harus diterima ketika ONIC tersingkir di Lower Bracket setelah kalah 3-1 dari Team Liquid PH. Bahkan sejak dipastikan akan bertemu juara MPL PH tersebut, banyak pihak sudah mulai ragu ONIC mampu melangkah lebih jauh. Keraguan itu akhirnya terbukti di atas panggung.

Kegagalan ini kembali memunculkan diskusi besar tentang Masalah ONIC. Bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal pola yang terus berulang. M Series masih menjadi trofi yang belum mampu mereka angkat, dan M7 kembali menjadi cermin yang memperlihatkan kelemahan mendasar ONIC di level tertinggi.

Masalah ONIC yang Bikin Gugur M7

Kekalahan ONIC di M7 bukan sekadar karena lawan lebih kuat secara individu. Ada sejumlah faktor internal yang terlihat jelas sepanjang turnamen. Jika dibedah lebih dalam, Masalah ONIC di M7 bersifat struktural dan berulang dari tahun ke tahun.

Menghadapi Team Liquid PH di Lower Bracket, ONIC tampak berada dalam posisi tertekan sejak awal. Mereka beberapa kali kalah dalam pengambilan tempo, kehilangan kontrol objektif penting, dan gagal memaksimalkan momentum saat unggul. Ini membuat permainan mereka terlihat tidak stabil.

M7 kembali menunjukkan bahwa ONIC masih kesulitan beradaptasi dengan tekanan turnamen dunia. Saat situasi krusial datang, eksekusi mereka sering kali tidak sebersih ketika bermain di liga domestik. Dari sinilah berbagai Masalah ONIC mulai terlihat jelas.

Berikut adalah tiga Masalah ONIC paling krusial yang berkontribusi besar pada kegagalan mereka di M7.

1. Hilangnya Chemistry Trio Mid

Salah satu kekuatan terbesar ONIC selama ini adalah chemistry trio mid mereka: Kiboy, Sanz, dan Kairi. Trio ini dikenal memiliki koordinasi tinggi dalam rotasi, inisiasi, hingga pengamanan objektif. Namun di M7, kekuatan ini terlihat menurun drastis.

Sepanjang turnamen, pergerakan trio mid ONIC terasa tidak sepadat biasanya. Rotasi sering terlambat, backup tidak selalu datang tepat waktu, dan keputusan teamfight kerap terlihat terpisah. Ketika chemistry ini hilang, struktur permainan ONIC ikut goyah.

Masalah ONIC semakin kentara ketika trio mid mereka tidak mampu mendominasi area tengah map. Mid control yang biasanya menjadi fondasi permainan ONIC justru sering direbut lawan. Akibatnya, ONIC mudah dieksploitasi melalui side lane maupun jungle.

Tanpa trio mid yang solid, ONIC kehilangan identitas permainannya. Mereka terlihat seperti tim yang bermain reaktif, bukan proaktif. Ini menjadi salah satu Masalah ONIC paling fatal di M7.

2. Retri Kairi yang Tidak Konsisten

Topik ini memang sensitif, tetapi tidak bisa diabaikan. Dalam beberapa pertandingan krusial di M7, Kairi berada dalam situasi yang secara posisi dan timing memungkinkan untuk memenangkan retri, namun justru gagal.

Kegagalan retri ini berdampak besar. Kehilangan Lord atau Turtle di momen penting langsung mengubah arah permainan. Dalam turnamen sekelas M7, satu retri yang gagal bisa berarti satu game yang hilang.

Masalah ONIC di sektor ini terasa semakin berat karena Kairi selama ini dikenal sebagai jungler dengan mekanik tinggi. Namun tekanan besar di M7 tampaknya memengaruhi konsistensi eksekusinya dalam situasi-situasi krusial.

Meski tidak adil menyalahkan satu pemain, fakta bahwa retri Kairi beberapa kali gagal tetap menjadi bagian dari Masalah ONIC. Terutama ketika kegagalan tersebut terjadi di momen yang seharusnya bisa menjadi titik balik.

3. Telat Beradaptasi dengan META Terkini

Masalah ONIC berikutnya adalah adaptasi META. Ada beberapa hal janggal dari gameplay dan draft ONIC sepanjang M7. Mereka terlihat seperti masih bermain di META sebelumnya.

Perlu dicatat, terdapat dua patch penting yang muncul setelah ONIC menjuarai MPL ID Season 16. Patch ini membawa perubahan signifikan terhadap prioritas hero, tempo permainan, dan win condition. Namun ONIC terlihat kurang cepat menyesuaikan diri.

Draft ONIC di beberapa game tampak konservatif dan mudah dibaca. Lawan mampu mempersiapkan counter dengan baik, sementara ONIC jarang memberikan kejutan strategis. Hal ini membuat mereka tertinggal sejak fase draft.

Dalam konteks ini, Masalah ONIC bukan hanya pada pemain, tetapi juga pada pendekatan strategis tim secara keseluruhan. Di M7, adaptasi cepat terhadap META adalah syarat mutlak untuk bertahan.

Tekanan Mental dan Pola Lama

Selain tiga poin utama tersebut, tekanan mental juga menjadi faktor penting. ONIC kembali membawa beban besar sebagai unggulan. Sayangnya, beban ini justru membuat mereka bermain lebih kaku di beberapa momen.

Masalah ONIC terlihat ketika mereka unggul namun gagal mengamankan kemenangan. Kesalahan kecil berulang, overcommit, dan keputusan ragu-ragu menjadi pola yang terus muncul.

Pola ini bukan hal baru. Dari M Series ke M Series, ONIC sering menunjukkan performa bagus di awal, tetapi kesulitan menjaga konsistensi saat tekanan meningkat. M7 kembali menegaskan bahwa masalah ini belum sepenuhnya teratasi.

Tanpa perbaikan signifikan di aspek mental, makro, dan adaptasi META, Masalah ONIC berpotensi terus berulang di turnamen global berikutnya.

Evaluasi Besar Menanti ONIC

Kegagalan di M7 bukan akhir segalanya bagi ONIC, tetapi jelas menjadi alarm keras. Potensi mereka tidak pernah diragukan, namun potensi saja tidak cukup untuk menjadi juara dunia.

Masalah ONIC kini terlihat semakin jelas dan terdefinisi. Hilangnya chemistry trio mid, inkonsistensi retri di momen krusial, serta keterlambatan adaptasi META adalah pekerjaan rumah besar yang tidak bisa lagi diabaikan.

Jika ONIC ingin benar-benar mengakhiri kutukan M Series, evaluasi menyeluruh harus dilakukan. Bukan hanya soal roster, tetapi juga sistem, pendekatan strategi, dan kesiapan mental.

M7 kembali menjadi pengingat pahit. Selama Masalah ONIC belum benar-benar diselesaikan, mimpi mengangkat trofi M Series akan terus menjadi target yang sulit digapai.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.

Komentar ( 0 )

Please login to write a document.

Artikel Terkait

Kode Redeem Raven 2 November 2025, Klaim Reward Gratis!

Games | 13 November

Detail Baru Assassins Creed 4 Black Flag Remake Terungkap

Games | 17 September

5 Fitur Dimiliki Smartphone Gaming yang Tidak Dimiliki Smartphone Kentang

Gadget | 26 May

Team Secret Keok dari Talon Esports 0-2 di VCT Pacific Kickoff 2024 Day 2

Esports | 18 February

AP Sebut RRQ Gak Ikut Fitur Effect Notification Khusus Tim MPL di In-game, Kenapa?

Mobile Legends | 03 August

Review dan Cara Mendapatkan Skin Gord Cyber Hacker Mobile Legends

Mobile Legends | 21 August

Daftar 5 Hero Support Mobile Legends Terbaik di Bulan Juni 2021

Games | 08 June

7 Hero Counter Beatrix Gold Lane Mobile Legends Terbaik, Dijamin Pasti Menang

Mobile Legends | 02 February