Pembelian Cepat
4 min reading

Kekuatan Baru ONIC di FFWS SEA 2026 Spring, Coach AFM Akui Lebih Solid!

Simak seperti apa pandangan coach AFM mengenai kekuatan baru ONIC dengan adanya analis dan pemain baru di FFWS SEA 2026 Spring di sini.

Free Fire | 01 May

2026-05-01T14:29:35.000Z

Menghadapi Free Fire World Series (FFWS) SEA 2026 Spring, ONIC resmi memperbarui kekuatan mereka dari segi roster. Seperti yang kita ketahui, untuk FFWS SEA 2026 Spring kali ini ONIC menghadirkan satu analis baru yakni Parandika dan juga pemain tambahan yakni Demonz. Kehadiran Demonz pun secara tidak langsung menggeser posisi yang sebelumnya diisi oleh Irgi “Geday” Ramdani di mana Geday, terakhir kali membersamai tim pada kompetisi Free Fire Battle Rush (FFBR) Series di awal tahun 2026 ini.

Menjadi tim Indonesia yang tidak lolos ke FFWS Global Finals 2025 pada bulan November lalu, ONIC memutuskan untuk melakukan evaluasi dan perombakan besar menghadapi musim kompetisi 2026 ini. Ahmad Fadly “AFM” Masturoh sebagai pelatih pun telah melakukan penyesuaian yang tepat, mencari pemain tambahan yang dibutuhkan seperti yang kita ketahui, ONIC butuh daya dobrak tambahan untuk pemain kelima. Kini, dengan adanya Analis baru dan pemain baru AFM punya harapan yang cukup besar dengan kekuatan baru ONIC di FFWS SEA 2026 Spring. Seperti apa tanggapan AFM dengan adanya Parandika dan Demonz di ONIC? Simak penjelasan berikut ini.

AFM Ungkap Kekuatan Baru ONIC di FFWS SEA 2026 Spring, Analis Punya Peran Penting!

Selama beberapa tahun terakhir melatih ONIC, AFM diketahui tidak memiliki sosok pendamping atau analis. Hal ini memang berbeda dibandingkan ketika dia menjadi staf pelatih di EVOS terlebih dahulu. Selama hampir satu tahun melatih ONIC, tampaknya kini AFM diberikan kepercayaan oleh manajemen untuk menambah staf dan kemudian ia mendatangkan rekan lamanya, Parandika sebagai analis. Menurut AFM, hadirnya Parandika melengkapi struktur kepelatihan yang ia inginkan dan untuk menutupi kekurangan yang selama ini ia rasakan.

Tentang analis, itu lebih ke arah (melengkapi) struktur dari komposisi staf saya saja. Sama (untuk) melihat sejauh mana kekurangan saya selama ini. Jadi, seperti yang teman-teman tahu, (skill) saya itu mungkin lebih detail sebagai seorang analis (membahas) strategi, taktik dan lain sebagainya,” ucap AFM kepada Dunia Games (DG) eksklusif. AFM menambahkan, hadirnya Parandika sebagai analis membantunya untuk bisa lebih memperkuat kedekatan dengan para pemain, khususnya untuk bonding dalam hal-hal di luar game. Tidak hanya itu, Parandika juga bisa menjadi penghubung antara pemain dengan dirinya.

Tapi saya juga tahu kekurangan saya di mana saya tidak punya banyak waktu untuk bonding (bersama) anak-anak. Belajar dari pengalaman itu dan menurut saya itu adalah salah satu kekurangan saya yakni tidak punya banyak waktu tentunya. Terus saya coba evaluasi dari kesalahan-kesalahan sebelumnya dan pelajaran-pelajaran jadi saya butuh sosok yang bisa menutupi di bagian tersebut,” ujar AFM menambahkan.

Parandika di atas buku namanya analis tapi (tugas) dia itu lebih ke arah (membantu) out-game (terkait) bonding anak-anak, masalah problem solving dan lain sebagainya yang membuat dia (menjadi) tempat cerita anak-anak atau tempat mengadu dan lain sebagainya yang nantinya kalau misalnya suasana cukup tegang (pemain) saya omelin mereka (pemain) punya penghubung. Dari saya yang tadinya tegas, marah, Parandika menjadi penghubung agar mereka lebih gampang buat memahami,” papar AFM.

Dengan kehadiran Parandika, AFM pun merasa terlengkapi dan meski memang Parandika tidak begitu memahami hal-hal terkait game, ia merasa lebih membutuhkan pendamping untuk mengatasi masalah di luar game (out-game) sehingga lebih seimbang. “Jadi peran (staf pelatih) yang ada sekarang lebih ke arah (saling) melengkapi. Bukan (tentang) Parandika jadi analis memang dia mengerti game? Dia mungkin kurang mengerti game tapi hal tersebut sudah ada di saya. Parandika punya skill (membantu) out-game yang bisa menutupi kekurangan saya begitu,” kata AFM. Jadi kalau masalah analisis (strategi) dan lain sebagainya masih saya yang pegang, tenang saja. Cuma masalah out-game kiia percayakan kepada Parandika. Karena Parandika sendiri sudah sering bekerja bersama saya ketika (dulu) di EVOS.

Mengenal Demonz, Sang Pencair Suasana di ONIC!

Secara teknis, AFM menjelaskan bahwa alasan dia menghadirkan Demonz sebagai pemain adalah karena dirinya butuh rusher tambahan untuk melengkapi tim. Pun, dengan komposisi dua IGL atau Kapten Tim dirinya merasa kesulitan manakala menghadapi rusher yang tidak bisa bertanding karena kondisi sakit. “Untuk Demonz, kemarin kami ada dua kapten yaitu Xyroo dan Geday menurut saya terlalu sedikit strategi yang bisa saya lakukan ketika saya hanya punya dua rusher. Jadi saya butuh tiga, saling melengkapi satu sama lain,” ujar AFM.

Karena kalau misalkan Adam sakit, saya selalu pusing siapa yang bisa menggantikan. Geday tidak mungkin, Xyroo apalagi buat jadi rusher tidak bisa. Saya ambil kesimpulan setelah turnamen FFWS SEA Thailand kemarin, di situ evaluasinya siapa yang akan menjadi kapten tim dan siapa yang harus saya istirahatkan. Kebetulan Xyroo kasih hasil yang lumayan bagus di SEA Games jadi saya kembali kasih kepercayaan di ONIC season ini sebagai kapten. Demonz menjadi pelapis dari segi rusher-nya.

AFM pun menyatakan, Demonz punya kelebihan di luar game (out-game) di mana dia termasuk sosok yang lucu dan menghibur. Menurut AFM, ia butuh sosok pemain seperti ini untuk mencairkan suasana dan tidak membuat situasi tim terlalu tegang. “Saya memantau Demonz ini sudah cukup lama, dia cukup bagus dari segi out-gamenya jadi dia itu seperti ada (sifat) lucu-lucunya yang bikin kondisi di dalam tim tidak terlalu tegang. Saya tidak suka jika pemain terlalu serius, saya butuh pemain yang lucu pembawaannya jadi tidak selamanya mereka tegang,” jelas AFM sembari tertawa. 

Rotasi yang terjadi mungkin nanti antara Putra, Adam, Demonz bersaing mereka di bagian rusher siapa yang bakalan main jadi roster inti kami nantinya seperti itu.” Terakhir, sebagai rekan tim, CrimeMKS pun sepakat dengan apa yang disampaikan AFM di mana sosok Demonz menjadi pencair suasana karena sifatnya yang lucu nan jenaka. “Mungkin kalau di out-game ya, seperti yang sudah dibilang sama bang AFM dia (Demonz) lucu memang. Apalagi kami butuh sosok orang lucu juga karena ketika kami latihan ya kalau serius, serius tapi terkadang kurang (momen) lucu saja,” ucap CrimeMKS.

Dengan adanya Demonz, kalau kami latihan (bisa) ketawa-ketawa juga tapi kalau in-game ya, sejauh ini aman-aman saja tidak ada masalah juga,” pungkasnya. Sejauh ini, ONIC telah menunjukkan performa terbaik mereka di pekan pertama FFWS SEA 2026 Spring. Semoga dengan adanya Demonz dan Parandika memberikan kekuatan yang lebih solid bagi ONIC di musim ini tentunya. Bagaimana menurut kamu, SONIC? Survivors? Jangan lewatkan keseruan aksi pertandingan mereka ya.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.

Komentar ( 0 )

Please login to write a document.

Artikel Terkait

Redeem Code Ninja Heroes New Era yang Aktif Tahun 2026

Games | 12 March

Kini Giliran Mark Wahlberg Pamer Menjadi Sully dalam Film Uncharted

Movie | 26 October

Nintendo Tuntut Streamer Game Bajakan Sebesar 300 Juta Rupiah Perjudul

Berita | 24 April

Weekend Deal Dunia Games - Promo Weekend 23 - 24 Januari 2021

Event | 23 January

The King of Fighters XV Perlihatkan Video Trailer Iori Yagami yang Cool Abis!

Games | 05 February

Tutorial Cara Bermain Mobile Legends Secara Offline, Apakah Benar Bisa?

Mobile Legends | 01 April

Daftar Cheat Age of Empires 2 Terlengkap Bahasa Indonesia

Games | 17 September

Kobe Bryant Terpilih Sebagai Cover NBA 2K24

Berita | 11 July