Kisah Asal-Usul Hero Mobile Legends: Marcel - The Soul Photographer
Inilah kisah Marcel, sang Soul Photographer.
Mobile Legends | 06 March
Oleh Ahda Muqarrabie
Bayangkan seorang pemuda yang dari kecil sudah dibentuk oleh takdir yang kelam, menghadapi penghinaan dan kesepian… Kemudian menemukan kekuatan yang unik dari hal yang paling ia cintai: fotografi. Inilah kisah Marcel, sang Soul Photographer.
Awal Kisah: Lahir di Tengah Kelam
Di Castle Aberleen, sebuah bagian dari Moniyan Empire, yang terkenal dengan keluarga bangsawan penuh intrik dan kekuatan magis, lahirlah sosok Marcel Paxley. Dia bukan hanya sekedar anak biasa — ia berasal dari keluarga House Paxley, yang reputasinya sudah ternoda karena tindakan ayahnya sendiri.
Ayahnya, setelah serangkaian konflik internal dalam keluarga, akhirnya mengambil nyawanya sendiri, meninggalkan noda di nama besar Paxley. Akibatnya, Marcel yang masih muda langsung menjadi bahan ejekan dan hinaan.
Setiap hari ia dibully oleh sekitarnya — bukan hanya karena darah keluarga, tetapi karena semua orang melihatnya sebagai simbol dari keburukan keluarga itu.
Tapi Marcel… tetap tersenyum untuk menutupi kesedihannya. Karena ia masih punya sosok yang menguatkan, yaitu cinta yang membuatnya bertahan: ibunya.
Cinta & Kamera: Hadiah dan Nasib
Ibunya lah yang memperkenalkan Marcel pada hal paling dia cintai: kamera dan fotografi. Di salah satu ulang tahunnya, sang ibu memberinya kamera dan mengajarinya bagaimana melihat dunia melalui jendela lensa — bagaimana menangkap sebuah momen, lalu mengabadikannya di dalam film sebagai memori.
Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Ibunya akhirnya meninggalkan keluarga Paxley secara tiba-tiba, karena tak kuasa melihat kesehatan fisik dan mental Marcel terus terkikis akibat “discipline” dari keluarga — dan dia tak kembali.
Melihat ibunya pergi adalah hal paling menyakitkan yang pernah dialami Marcel. Sampai suatu hari, ketika ia hampir mati akibat penyiksaan dari keluarganya… sesuatu terjadi.
Kekuatan Terbangun & Kelahiran Clemar
Dalam kondisi nyaris kehilangan kesadaran, Marcel melihat kamera kesayangannya di dinding — seolah kamera itu menatapnya balik.
Saat kesadarannya kabur, ia tiba-tiba berada di dalam kamera itu sendiri — dan dari sana lahirlah sesuatu yang aneh: sebuah entitas lain bernama Clemar, yang merupakan separuh jiwa Marcel sendiri.
Dua jiwa yang terpisah — satu elegan dan tenang (Marcel), satu lagi liar dan langsung (Clemar) — kini hidup dalam ikatan yang tak terpisahkan. Bahwa rasa sakit yang dulu Marcel rasakan kini terasingkan ke dalam kamera… dan ia berdiri kembali sebagai seseorang yang berbeda.
Dengan kekuatan baru dari gelapnya magis kamera, Marcel menjadi figur yang ditakuti — bukan hanya sebagai bangsawan Paxley yang misterius, tetapi sebagai seorang dengan kekuatan untuk mengubah realita melalui lensanya.
Luka yang Tak Pernah Hilang
Meski kekuatannya kini mengerikan, Marcel sebenarnya telah menutup sebagian emosinya ke dalam Clemar — karena ia percaya bahwa memisahkan rasa sakit darinya sendiri adalah jalan untuk tetap hidup.
Namun suatu hari, kabar tentang kematian ibunya kembali menghantamnya: sang ibu yang dulu pergi ternyata hidup kembali, menikah, dan memiliki seorang putri bernama Melissa sebelum akhirnya meninggal karena sakit.
Clemar — bagian dari dirinya yang tinggal dalam kamera — ikut marah dan bingung. Ia mempertanyakan apa arti semua penderitaan itu jika ibunya dan keluarga barunya itu tidak pernah mengenalnya.
Merasa tak stabil, Marcel mengalami kehilangan memori dan “hilang” sesaat ke area sekitar kastil. Semua ini membuatnya sadar bahwa ia harus menghadapi dirinya sendiri – dan ia melakukannya dengan cara yang unik: ia memotret dirinya sendiri… lalu masuk ke dalam gambarnya.
Akhirnya Bersatu: Dua Jiwa, Satu Tujuan
Di dalam dunia kamera yang penuh kenangan, Marcel melihat wujud dirinya yang selama ini terasing dan kesepian. Ia akhirnya memahami: selama ini ia hanya mencoba melindungi dirinya dari rasa sakit… dan itu menciptakan dua sisi — dirinya dan Clemar.
Namun dengan menghadapi hal itu, kedua sisi ini akhirnya menemukan satu titik pertemuan. Clemar bukan lagi sekadar alat.
Ia adalah saksi, teman, dan separuh jiwa Marcel. Dan Marcel pun belajar bahwa dunia bukan tentang kesempurnaan… namun tentang realita yang tak sempurna, penuh luka, tetapi… nyata.
Siap Melangkah ke Depan
Dengan kamera di tangan dan tujuan baru di hatinya, Marcel kini berdiri siap menyambut masa depan — melihat dunia bukan hanya sebagai fotografer, tetapi juga sebagai seseorang yang memahami bagaimana kehidupan, cinta, kesedihan, dan kenangan terikat satu sama lain.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.
Komentar ( 0 )
Please login to write a document.