Review Resident Evil Requiem: Survival Horor Terbaik 2026!
Inilah review Resident Evil Requiem di mana Dunia Games menobatkannya seabagai survival horror terbaik 2026!
Games | 06 April
Oleh Imadudin R A
Tahun 2026 menjadi momen menarik bagi para penggemar game horor, terutama dengan hadirnya Resident Evil Requiem yang langsung mencuri perhatian sejak pertama kali diumumkan. Sebagai bagian terbaru dari franchise legendaris Resident Evil, game ini menghadirkan pengalaman survival horor yang lebih intens, atmosfer yang mencekam, serta cerita yang semakin gelap dan penuh misteri.
Dalam artikel ini, kamu akan menemukan ulasan lengkap mengenai gameplay, grafis, cerita, hingga berbagai kelebihan yang membuat Resident Evil Requiem layak disebut sebagai salah satu game survival horor terbaik tahun ini.
Jadi, apakah game ini benar-benar mampu memenuhi ekspektasi para penggemarnya? Simak review lengkapnya berikut ini.
Menjadi Pintu Kisah yang Lebih Luas
Resident Evil Requiem menghadirkan cerita yang jauh lebih menarik sekaligus memperluas semesta franchise Resident Evil. Dalam game ini, pemain kembali diajak menelusuri misteri lama yang berkaitan dengan tragedi di Raccoon City, sebuah peristiwa besar yang menjadi salah satu fondasi cerita utama dalam seri tersebut.
Menariknya, Resident Evil Requiem tidak hanya sekadar mengingatkan pemain pada masa lalu, tetapi juga membuka banyak jalur cerita baru setelah kejadian di Resident Evil 7: Biohazard dan Resident Evil Village. Salah satu elemen penting yang kembali disorot adalah organisasi misterius bernama The Connections, yang selama ini menjadi bagian penting dari berbagai eksperimen biologis berbahaya.
Melalui pengungkapan ini, Requiem menegaskan bahwa konflik besar dalam dunia Resident Evil masih jauh dari kata selesai.
Sebaliknya, game ini justru membuka tabir berbagai rahasia yang selama ini tersembunyi, membuat cerita terasa lebih luas, kompleks, dan tentunya semakin menarik untuk diikuti. Ini menjadi salah satu poin paling luar biasa dari game tersebut.
Seperti Menyatukan Gameplay Beberapa Seri Menjadi Satu
Resident Evil Requiem menghadirkan pendekatan gameplay yang terasa unik karena seolah menyatukan berbagai gaya permainan dari seri-seri sebelumnya dalam franchise Resident Evil. Hal ini membuat pengalaman bermain terasa lebih variatif sekaligus memberi nuansa berbeda tergantung karakter yang digunakan pemain.
Ketika menggunakan Leon S. Kennedy, gameplay terasa sangat kental dengan gaya aksi seperti yang pernah hadir di Resident Evil 5 dan Resident Evil 6.
Dalam mode ini, permainan terasa lebih agresif dengan jumlah peluru yang lebih banyak, pilihan senjata yang lebih lengkap, serta pertempuran melawan bos yang cenderung lebih mudah untuk ditaklukkan. Pemain didorong untuk menghadapi musuh secara langsung, menciptakan pengalaman yang lebih penuh aksi dan adrenalin.
Sebaliknya, saat pemain mengendalikan karakter Grace Ashcroft, nuansa permainan berubah drastis. Gameplay terasa lebih mendekati atmosfer mencekam seperti dalam Resident Evil 7: Biohazard maupun seri-seri awal Resident Evil klasik sebelum era remake.
Dalam mode ini, sumber daya menjadi sangat terbatas. Peluru sulit ditemukan, senjata pun jarang tersedia, bahkan fitur peningkatan atau upgrade senjata tidak disediakan untuk Grace.
Alih-alih bertarung secara terbuka, pemain lebih sering mengandalkan strategi bertahan hidup. Grace memiliki kemampuan untuk melakukan sneak peek serta pendekatan stealth guna menghindari musuh.
Kondisi ini membuat permainan terasa jauh lebih tegang, rumit, dan menantang karena setiap keputusan harus dipikirkan dengan sangat hati-hati agar bisa tetap bertahan hidup.
Visual Next Level dan Benchmark Gaming Modern
Salah satu aspek paling menonjol dari Resident Evil Requiem adalah kualitas visualnya yang benar-benar terasa next level. Game terbaru dari franchise Resident Evil ini menghadirkan detail grafis yang luar biasa realistis, bahkan hingga ke bagian terkecil seperti pori-pori wajah karakter yang terlihat sangat jelas.
Setiap ekspresi, tekstur kulit, hingga detail pakaian dirender dengan sangat presisi sehingga karakter terasa lebih hidup dan natural.
Dalam pengujian yang dilakukan oleh Dunia Games, game ini dimainkan menggunakan PlayStation 5 versi standar. Hasilnya menunjukkan bahwa Resident Evil Requiem mampu menjadi salah satu representasi terbaik dari benchmark visual gaming modern saat ini. Performa grafisnya stabil dengan pencahayaan yang realistis serta detail lingkungan yang sangat kaya.
Salah satu elemen visual yang paling mengesankan adalah sistem pencahayaan dan bayangan yang sangat dinamis. Pantulan cahaya dari berbagai sumber seperti lampu atau api terlihat sangat realistis dan mampu meningkatkan atmosfer horor yang mencekam. Selain itu, ketika pemain berada di area gelap tanpa menyalakan senter, kegelapan terasa sangat pekat dan membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.
Efek ini tidak hanya meningkatkan kualitas visual, tetapi juga memperkuat sensasi survival horror yang menjadi ciri khas seri Resident Evil.
Lingkungan yang gelap, pantulan cahaya yang realistis, serta detail visual yang sangat tinggi membuat pengalaman bermain terasa lebih imersif dan menegangkan, sekaligus menunjukkan standar baru bagi grafis game generasi modern.
AI Zombie yang Kini Lebih Cerdas
Salah satu peningkatan menarik dalam Resident Evil Requiem adalah kecerdasan AI zombie yang kini terasa jauh lebih berbahaya dibandingkan seri sebelumnya dalam franchise Resident Evil. Musuh utama dalam game ini tidak lagi sekadar berjalan lambat tanpa strategi, tetapi mampu bereaksi terhadap lingkungan di sekitar mereka.
Salah satu contohnya adalah zombie yang dapat menggunakan berbagai benda sebagai senjata. Jika terdapat alat berbahaya di sekitar mereka, seperti gergaji mesin yang terjatuh di lantai, zombie bisa mengambilnya dan menyerang pemain dengan cara yang jauh lebih mematikan. Hal ini membuat setiap pertemuan dengan zombie terasa lebih menegangkan.
Tidak hanya itu, zombie yang sudah kamu kalahkan juga belum tentu benar-benar mati. Jika kepalanya tidak dipenggal, ada kemungkinan mereka akan bangkit kembali setelah beberapa waktu. Bahkan ketika kamu merasa sudah membersihkan sebuah area dari zombie, selalu ada potensi mereka hidup kembali secara tiba-tiba, menciptakan rasa waspada yang konstan sepanjang permainan.
Desain Level Akhir yang Memang RE Banget
Meski menawarkan banyak inovasi menarik, Resident Evil Requiem ternyata masih mempertahankan pola klasik yang sering muncul dalam franchise Resident Evil, terutama pada bagian desain level menjelang akhir permainan. Di fase ini, nuansa survival horror yang sebelumnya terasa kuat perlahan berubah menjadi pengalaman yang lebih berorientasi pada aksi.
Memasuki babak akhir, pemain tidak lagi terlalu sering dihadapkan pada keterbatasan sumber daya atau tekanan atmosfer horor yang mencekam. Sebaliknya, permainan mulai memberikan lebih banyak senjata, amunisi, serta pertempuran yang lebih intens. Pendekatan ini terasa mirip dengan gaya permainan yang pernah terlihat dalam Resident Evil 2, Resident Evil 3, hingga Resident Evil 4 yang pada akhirnya beralih ke tempo permainan yang lebih cepat dan penuh aksi.
Perubahan tersebut sebenarnya cukup disayangkan oleh sebagian pemain yang berharap pengalaman horor bisa dipertahankan hingga akhir cerita. Harapan tersebut muncul karena bagian awal permainan mampu menghadirkan atmosfer kelam yang sangat kuat, mirip dengan pendekatan yang digunakan dalam Resident Evil 7: Biohazard.
Dalam game tersebut, ketegangan dan rasa takut terasa konsisten dari awal hingga akhir, membuat pemain seolah tidak pernah diberi ruang untuk bernapas karena tekanan horor yang terus hadir.
Meski demikian, pendekatan aksi di bagian akhir tetap memberikan sensasi klimaks yang seru. Namun bagi penggemar horor murni, perubahan tempo ini mungkin terasa sedikit mengurangi kesan mencekam yang sebelumnya berhasil dibangun sepanjang permainan.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.
Komentar ( 0 )
Please login to write a document.