“Tidak Ada Pressure!” Target Juara FFNS 2026 Spring, RRQ Academy Siap Hadapi Grand Finals
Simak seperti apa persiapan RRQ Academy hadapi Grand Finals FFNS 2026 Spring di sini.
Free Fire | 05 April
Oleh DG Writer
Grand Finals Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Spring akan digelar pada Minggu, 5 April 2026 di Palembang Sport Convention Center, Palembang, Sumatera Selatan. Ribuan Survivors sudah siap untuk menyaksikan 12 tim Free Fire terbaik se-Indonesia untuk merebut gelar juara FFNS 2026 Spring dan melangkah ke FFWS SEA 2026 Spring mewakili Indonesia. Siapakah yang akan mengklaim kejayaan di awal tahun 2026 ini? Pertarungan panas siap tersaji di Grand Finals.
Dari 12 tim yang akan bertanding di Grand Finals FFNS 2026 Spring salah satunya adalah RRQ Academy. Tim yang bernaung di bawah manajemen Rex Regum Qeon (RRQ) tersebut menjadi salah satu tim yang berhasil mendapatkan Golden Ticket ke babak Play-Ins FFNS 2026 Spring dari kompetisi Mas Sukro Cup. Dari sana, anak asuh Diaz “Yazz” Nugraha tersebut berhasil mengamankan tiket ke Grand Finals usai mengamankan top 3 teams dari babak Play-Ins. Perjuangan yang tidak mudah, seperti apa persiapan dan kesiapan RRQ Academy untuk menghadapi Grand Finals? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
RRQ Academy Siap Hadapi Grand Finals FFNS 2026 Spring, Pelatih Akui Tidak Ada Tekanan!
Kepada Dunia Games (DG) secara eksklusif, Laurensius Ade “Lorenz” Putra dan Diaz “Yazz” Nugraha membagikan cerita terkait persiapan RRQ Academy menghadapi Grand Finals FFNS 2026 Spring. Meski dikenal sebagai analyst tim RRQ Kazu, Lorenz di RRQ Academy kali ini ditunjuk sebagai Manajer Tim yang menangani para pemain bersama dengan Yazz sebagai pelatih. Kepada Dunia Games (DG), Lorenz mengatakan persiapan RRQ Academy sudah sangat matang dan dilakukan sejak awal tahun 2026.
“Persiapan (tim) tentunya sangat matang karena kami persiapkan FFNS ini jauh-jauh hari dari awal tahun. Jadi, kami sudah persiapkan dari strategi, gaya main, mental (dan) mindset kami sudah persiapkan semuanya karena menurut para pemain, mereka juga lagi percaya diri dan tidak melihat siapa lawan mereka karena sudah sering ketemu di scrim, turnamen-turnamen yang lain dan sama saja. Jadi, kami tidak menganggap ini sebagai sebuah pressure dari para pemain,” ucap Lorenz kepada Dunia Games (DG).
Sebagai pelatih, Yazz juga mengatakan bahwa RRQ Academy sudah mempersiapkan diri dengan baik di mana kondisi fisik serta stamina para pemain menjadi fokus utama karena format Champions Rush yang digunakan akan membawa para tim bermain hingga 10 game. “Mungkin seperti yang tadi Coach Lorenz sudah sampaikan, beberapa hal sudah kami siapkan dari jauh-jauh hari. Tidak lupa juga kami menyiapkan stamina para pemain karena di Grand Finals kali ini, berjalan dengan format Champions Rush 10 match, tidak 8 match seperti (musim) sebelumnya,” ujar Yazz kepada Dunia Games (DG).
“Jadi kami menyiapkan stamina para pemain, terus kesehatan dan yang tidak kalah penting fokusnya harus kami terus ingatkan (agar) dijaga begitu,” tuturnya. Meski berstatus sebagai penantang baru di FFNS 2026 Spring, Yazz optimistis RRQ Academy bisa menghadapi semua lawan yang ada di Grand Finals. Senada dengan Coach Lorenz, Yazz melihat bahwa semua lawan sudah mereka kenali dan ia menekankan para pemain untuk bermain dengan tanpa tekanan. “Kalau melihat lawan-lawan yang kami hadapi di Grand Finals, sekarang ini mungkin tidak ada pressure buat kami,” ujar Yazz menambahkan.
“Karena kami juga sudah sering ketemu mereka di scrim, di third-party tournament dan beberapa pemain kami sudah punya pengalaman di FFNS sebelumnya jadi tidak ada pressure buat kami, main enjoy saja dinikmati game-nya begitu,” jelasnya.
Tantangan RRQ Academy Ketika Play-Ins, Fokus Juara Meski Dengan Klausul FFWS SEA 2026 Spring
Sebagai informasi, karena RRQ Academy masih berada di dalam manajemen tim yang sama dengan RRQ Kazu maka jika tim ini menjadi juara FFNS 2026 Spring, tiket untuk menuju ke FFWS SEA 2026 Spring akan diberikan ke tim yang berada di posisi setelahnya. Berbicara mengenai hal ini, Coach Lorenz menyatakan klausul tersebut tidak mempengaruhi motivasi juara RRQ Academy. “Tentunya sudah dijelaskan, tetap ada motivasi (juara) jadi tidak selalu bermain di FFNS motivasinya masuk ke (FFWS) SEA karena motivasi bisa dicari di mana pun dan para pemain merasa itu tidak menjadi suatu masalah,” kata Coach Lorenz.
Coach Lorenz pun mengatakan jika para pemain sudah memahami klausul yang ada. Dalam persiapan tim menuju ke Grand Finals, kondisi psikis para pemain pun tetap terjaga dan dalam kondisi yang baik. “Karena tujuan mereka di RRQ Academy mereka sudah tahu seperti apa karena sudah dijelaskan juga tidak boleh ada dua tim yang sama di SEA. Mereka tidak mengeluh sama sekali. Jadi menurut saya, satu minggu kemarin sebelum persiapan besok ya mereka enjoy saja bermain, happy, tidak ada hilang semangat begitu tetap dengan semangat yang sama mereka bakal berusaha (meraih) apa yang menjadi mimpi mereka untuk mendapatkan pialanya meski tidak bisa main di SEA semangat mereka tidak berkurang sedikit pun,” paparnya.
Menghadapi babak Play-Ins, RRQ Academy tampak menghadapi sedikit tantangan. Menurut Yazz sebagai pelatih, hal itu dikarenakan tim RRQ Academy bersaing dengan tim-tim komunitas yang memiliki gerakan tidak terprediksi. Berbeda dengan tim-tim esports yang mungkin sudah dipelajari oleh Yazz, tim-tim komunitas lebih random dan sangat sulit untuk dibaca gerakan atau strategi yang dimainkan. “(Babak) Play-Ins kemarin tantangan kami melawan beberapa tim komunitas yang kami tidak tahu mereka gerakannya seperti apa, berbeda seperti kami melawan tim-tim besar yang sudah bisa kami baca pergerakannya,” ungkap Yazz.
“Kalau komunitas ini kadang pergerakannya seperti anomali, jadi kami tidak bisa tahu kapan mereka melakukan war, kapan mereka hold kapan mereka bakal melakukan sesuatu. Kami tidak tahu, mungkin struggle-nya di situ ketika play-ins,” tuturnya.
Berguru Dari RRQ Kazu, RRQ Academy Dapat Dukungan Dari Coach Adyy
Sebagai tim yang berada di manajemen yang sama, Yazz mengakui bahwa anak asuhnya juga belajar banyak dari RRQ Kazu. Menurutnya, ada beberapa strategi yang ia adaptasi ke RRQ Academy bahkan sebaliknya strategi yang ingin diterapkan RRQ Kazu sebelumnya coba untuk dimutakhirkan terlebih dahulu di RRQ Academy. “(Belajar) mengaplikasikan strateginya Kazu itu sudah sempat kami coba beberapa kali. Bahkan, kadang juga (strategi) rencana untuk RRQ Kazu itu sebelum dicoba, diaplikasikan sama kami dulu. Ingin lihat eksekusinya di Academy bisa bagus, tidak? Kalau bagus, di Kazu juga bisa,” ujar Yazz.
Terakhir, Yazz mengatakan bahwa dirinya mendapatkan dukungan dari pelatih RRQ Kazu yakni Adi “Adyy” Gustiawan atau Coach Adyy untuk membantu anak-anak RRQ Academy mendapatkan gelar juara FFNS 2026 Spring dan bertanding tanpa tekanan. “Dari bang Adyy, dia kasih kata-kata motivasinya terus kasih semangat juga untuk kami bertanding di Grand Finals. Kami harus bertanding tanpa beban tidak ada lagi di pikiran kami. Kami datang ke sini untuk bertanding, untuk satu tujuan jadi tidak boleh main-main. Itu mungkin dari bang Adyy, ditekankan untuk fokus bertanding tidak boleh terpancing oleh hal apa pun. Apapun hasilnya itu yang terbaik untuk kami.”
“Buat RRQ Kingdom, jangan lupa saksikan dan dukung kami di Grand Finals FFNS 2026 Spring Palembang, untuk yang bisa datang ke venue jangan lupa hadir dan untuk yang menonton online jangan lupa #VivaRRQ,” pungkasnya.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
Komentar ( 0 )
Please login to write a document.