RRQ Delta Force Juara PWC 2026, Wakili SEA ke DFIW 2026 Wuhan!
Taklukkan Toxido Esports, RRQ Delta Force juara PWC 2026 wakili SEA ke DFIW 2026 Wuhan - China.
Esports | 25 April
Oleh DG Writer
Kemenangan RRQ Delta Force sebagai juara Delta Force National Championship (DFNC) Season 2 Warfare PC mengantarkan Sang Raja dari Segala Raja untuk menjadi wakil Indonesia di kompetisi Pan-Pacific Warfare Cup (PWC) di mana tim-tim Delta Force terbaik se-Asia Pasific akan bertarung untuk memperebutkan tiket menuju Delta Force Invitational Warfare (DFIW) 2026 di Wuhan, China. Sebuah hal yang membanggakan tentunya bagi RRQ Delta Force untuk mengejar event DFI kedua mereka dalam satu tahun terakhir.
Bersaing menghadapi tim-tim Asia Pacific tentu tidak mudah. Tim-tim asal Thailand, Vietnam bahkan Taiwan bisa dikatakan menjadi tantangan yang harus dilalui oleh RRQ Delta Force untuk bisa membawa nama Indonesia kembali ke panggung DFIW. Crouzer dan kawan-kawan harus berjuang keras karena rival terkuat mereka, Toxido Esports pun turut serta dalam kompetisi PWC kali ini. Dengan dominasi yang diperlihatkan di level Nasional, RRQ Delta Force harus kembali membuktikan kematangan mereka dengan kekuatan baru.
RRQ Delta Force Juara PWC 2026, Bawa Indonesia Hadir di DFIW 2026 Wuhan - China!
Pertarungan di PWC 2026 kali ini menghadirkan babak Group Stage di mana Rex Regum Qeon (RRQ) Delta Force tergabung di grup B bersama tim Space-1 dan USB Corporation. Babak Group Stage berhasil dilalui oleh RRQ Delta Force dengan kemenangan mutlak melawan Space-1 dan USB Corporation. Pada akhirnya, RRQ akan menghadapi Toxido Esports di Grand Final sementara Space 1 akan menghadapi tim Hostile Response Ace (AHR) di perebutan tempat ketiga. Sebagai informasi, Toxido Esports menjadi tim yang cukup diunggulkan oleh publik.
Pertandingan pembuka di peta Fault antara RRQ dan Toxido Esports berlangsung sengit, di mana dominasi awal sempat dipegang oleh RRQ berkat koordinasi apik antara unit udara dan infanteri. Somplak sukses memimpin serangan udara yang memuluskan penguasaan Area A, namun Toxido segera memberikan perlawanan mekanis dengan menghancurkan unit LAV-G1 milik RRQ. Meskipun sempat dipukul mundur, RRQ menunjukkan resiliensi melalui serangan balik cepat di Area B; di bawah komando Bujenk dan aksi sigap Popey, mereka berhasil mengamankan titik B1 dan B2 dalam waktu singkat, yang sempat membawa angin segar bagi tim RRQ untuk kembali ke jalur kemenangan.
Memasuki fase akhir, intensitas pertempuran memuncak di Area C saat Toxido Esports menerapkan strategi defensif yang sangat solid. Upaya RRQ untuk menembus pertahanan tersebut patah setelah unit LAV-AA dan FSV mereka dilumpuhkan oleh Lagazy dan kawan-kawan, memberikan keunggulan taktis yang signifikan bagi Toxido. Di tengah kemelut adu kendaraan darat, Toxido meluncurkan serangan nuklir yang secara drastis memukul mundur pasukan RRQ. Hingga waktu berakhir, Toxido berhasil mempertahankan keunggulan objektif di area C2, sekaligus mengunci kemenangan 1-0 atas RRQ dalam laga yang penuh drama tersebut.
Memasuki game kedua, tensi pertandingan meningkat tajam saat RRQ mencoba menghambat laju agresif pasukan Toxido Esports di Area A. Meskipun Toxido sempat mendominasi dengan mengamankan titik A dan B secara cepat, RRQ menolak menyerah di Area C yang menjadi penentu hidup-mati mereka. Melalui strategi retake yang sangat disiplin, Lerraf dan kawan-kawan berhasil merebut kembali kendali atas sub-area C2 yang krusial. Performa individu yang luar biasa diperlihatkan oleh Delza dan Xsinala yang sukses melumpuhkan armada kendaraan tempur darat lawan, sementara Somplak menyapu bersih kekuatan udara Toxido secara efektif.
Keberhasilan Mozera dalam menjaga ketat pertahanan C2 dari serangan unit FSV memastikan RRQ berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan memaksa laga berlanjut ke babak penentuan. Pertempuran puncak di game ketiga tersaji di peta Cracked yang menjadi saksi bisu adu taktik kedua tim. Toxido, yang dimotori oleh KKN dan Whistley, sempat memberikan tekanan hebat hingga berhasil menembus Area A dan B menuju pertengahan laga. Namun, RRQ menunjukkan kelasnya sebagai tim bermental baja saat mempertahankan Area C sebagai benteng terakhir.
Dalam fase defensif yang sangat krusial ini, Taqis tampil sebagai pemain kunci dengan melumpuhkan rentetan kendaraan tempur Toxido yang mencoba merangsek masuk. Ketika Toxido mengerahkan unit LAV untuk memaksa kemenangan, Bujenk berdiri kokoh menghalau serangan tersebut di tengah desingan peluru. Puncaknya, Arixaa melepaskan serangan nuklir di Area C2 yang secara instan menyapu bersih sisa pasukan Toxido, mengunci kemenangan dramatis 2-1 bagi RRQ sekaligus mengakhiri perlawanan sengit rival mereka.
Keberhasilan ini mengukuhkan RRQ Delta Force sebagai juara PWC 2026 dengan hadiah sebesar $3.000 USD. Kemenangan ini sekaligus memberikan tiket emas bagi RRQ untuk mewakili Indonesia dan region Asia Tenggara di ajang Delta Force Invitational Warfare (DFIW) 2026 di Wuhan, China, pada 17-21 Juni mendatang. Di sana, mereka akan bersaing dengan tim elit seperti Toxido Esports, AHR, dan lima tim kualifikasi regional lainnya. Prestasi ini membuktikan posisi Indonesia dalam peta kompetitif Delta Force global semakin solid dan disegani. Mari kita berikan dukungan penuh bagi RRQ Delta Force agar mampu mengharumkan nama Merah Putih di kancah internasional dan meraih gelar juara di DFIW 2026!
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
Komentar ( 0 )
Please login to write a document.