Pembelian Cepat
5 min reading

RRQ Terburuk Sepanjang Sejarah MPL? Stop Kecewakan Kingdom!

RRQ terburuk benar-benar terjadi di MPL ID S17.

Mobile Legends | 18 May

2026-05-18T08:43:08.000Z

RRQ Hoshi akhirnya resmi mencatatkan salah satu musim paling mengecewakan dalam sejarah mereka di MPL ID Season 17. Tim yang selama bertahun-tahun identik dengan status raja MPL Indonesia kini justru terlihat kehilangan identitas, arah permainan, bahkan aura menakutkan yang dulu selalu membuat lawan gentar.

Kegagalan RRQ lolos playoff sebenarnya sudah menjadi pukulan besar bagi Kingdom. Namun yang membuat situasi terasa jauh lebih menyakitkan adalah bagaimana performa RRQ terus menurun bahkan setelah mereka dipastikan tersingkir dari perebutan playoff. Bukannya bermain lebih lepas tanpa tekanan, RRQ justru terlihat semakin hancur dari sisi gameplay maupun chemistry tim.

Padahal dalam sejarah MPL Indonesia, banyak tim yang sudah dipastikan gagal playoff justru berubah menjadi “monster tanpa beban”. Mereka biasanya tampil jauh lebih berani, lebih agresif, dan sering kali menjadi penghancur harapan tim-tim papan atas. Tim yang sudah tidak memiliki tekanan biasanya justru berbahaya karena bisa bermain lebih bebas dan mengejutkan.

Namun hal itu tidak terlihat sama sekali dari RRQ di Week 8 MPL ID S17. Performa mereka bukan hanya buruk, tetapi terlihat sangat jauh dari standar tim sebesar RRQ Hoshi. Bahkan beberapa fans netral mulai mempertanyakan apakah RRQ benar-benar masih bermain serius untuk menutup musim ini.

Kondisi ini semakin membuat publik khawatir karena nama besar RRQ selama ini selalu identik dengan mental juara dan gameplay disiplin. Meski kalah, biasanya RRQ tetap mampu memberikan perlawanan sengit. Tapi di Week 8, yang terlihat justru tim yang seperti kehilangan nyawa di dalam Land of Dawn.

Banyak penggemar akhirnya mulai menyebut musim ini sebagai era RRQ Hoshi paling buruk sepanjang sejarah MLBB mereka. Dan jika melihat bagaimana permainan mereka berjalan di Week 8, opini tersebut terasa semakin sulit dibantah.

RRQ Terburuk Terlihat di Week 8 MPL ID S17

Week 8 sebenarnya menjadi kesempatan terakhir bagi RRQ untuk menyelamatkan harga diri mereka. Walaupun sudah dipastikan gagal lolos playoff, banyak fans masih berharap RRQ bisa tampil lebih lepas dan memberikan kejutan di sisa regular season.

Apalagi lawan yang mereka hadapi masih merupakan tim-tim yang sedang berjuang mengamankan posisi playoff. RRQ seharusnya bisa menjadi batu sandungan berbahaya bagi tim papan tengah yang sedang bertarung hidup mati.

Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya.

RRQ tampil sangat mengecewakan sepanjang Week 8 MPL ID S17. Mereka dibantai dengan skor cepat 0-2 oleh Natus Vincere dan kembali kalah telak 0-2 saat menghadapi Team Liquid ID. Bukan hanya kalah, tetapi cara mereka kalah terasa sangat mengkhawatirkan.

Gameplay RRQ terlihat kacau, koordinasi antarpemain nyaris tidak terlihat, dan chemistry tim terasa benar-benar hilang. Banyak momen memperlihatkan para pemain seperti tidak memiliki koneksi satu sama lain dalam mengambil keputusan di teamfight maupun objective setup.

Situasi memang tidak mudah bagi RRQ karena Kuroky harus bermain di EXP Lane menggantikan Super Dann yang pulang ke Filipina akibat kondisi ayahnya yang sedang sakit. Faktor ini tentu memberi pengaruh terhadap stabilitas roster dan komunikasi tim.

Namun bagi banyak fans, alasan tersebut tetap tidak cukup untuk menjelaskan betapa buruknya performa RRQ di Week 8. Sebab yang menjadi sorotan bukan hanya soal hasil akhir, melainkan bagaimana bentuk gameplay tim MPL mereka seperti benar-benar hilang.

RRQ yang dulu dikenal disiplin kini terlihat sering salah posisi. RRQ yang dulu terkenal kuat dalam teamfight kini justru terlihat bingung saat masuk momentum war. Bahkan macro gameplay mereka terlihat jauh tertinggal dibanding tim-tim lain yang sedang bersaing di MPL ID S17.

Hal inilah yang membuat banyak fans netral ikut bingung melihat kondisi RRQ sekarang. Tidak sedikit yang merasa performa RRQ saat ini bahkan lebih buruk dibanding musim-musim terendah mereka sebelumnya.

Kingdom Mulai Kehilangan Kesabaran

Kekecewaan Kingdom akhirnya mencapai titik tertinggi setelah kekalahan beruntun di Week 8. Media sosial dipenuhi kritik keras terhadap performa RRQ yang dianggap tidak menunjukkan semangat bertanding sama sekali.

Yang membuat situasi semakin ramai adalah reaksi legenda RRQ sendiri, yaitu R7. Dalam salah satu reaksinya, R7 terlihat benar-benar terkejut melihat beberapa pemain RRQ masih tersenyum setelah mengalami kekalahan dengan performa seburuk itu.

Bagi R7, situasi tersebut sulit diterima mengingat RRQ sedang berada di salah satu titik terendah organisasi dalam sejarah MPL Indonesia. Ia bahkan secara terbuka mengatakan bahwa jika dirinya menjadi pelatih RRQ, maka ia akan mengganti seluruh pemain yang ada di roster saat ini.

Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan besar di komunitas MLBB Indonesia. Sebagian fans setuju bahwa RRQ membutuhkan revolusi total untuk membangun ulang mental dan identitas tim mereka. Namun sebagian lain merasa masalah RRQ tidak hanya datang dari pemain semata.

Tetapi satu hal yang disepakati hampir semua orang adalah fakta bahwa RRQ musim ini terasa sangat jauh dari ekspektasi Kingdom. Tim ini seperti kehilangan arah sejak awal musim dan tidak pernah benar-benar menemukan identitas permainan yang stabil.

Padahal secara nama besar, RRQ tetap memiliki pemain-pemain dengan kualitas individu tinggi. Namun di dalam pertandingan, potensi tersebut tidak pernah benar-benar terlihat maksimal sebagai satu unit tim yang solid.

Apakah RRQ Sudah Menyerah?

Pertanyaan terbesar yang kini mulai muncul dari komunitas adalah apakah RRQ sebenarnya sudah melepas musim ini begitu saja.

Sebab jika melihat ekspresi dan permainan mereka di Week 8, banyak fans merasa RRQ tidak lagi bermain dengan urgensi atau rasa lapar untuk menang. Energi bertarung yang selama ini menjadi ciri khas RRQ terasa menghilang total.

Ini tentu menjadi hal yang sangat berbahaya bagi organisasi sebesar RRQ Hoshi. Sebab kekalahan sebenarnya masih bisa diterima fans jika tim tetap memperlihatkan perjuangan dan perkembangan. Namun ketika mentalitas tim mulai dipertanyakan, situasinya menjadi jauh lebih serius.

Week 9 kini menjadi kesempatan terakhir RRQ untuk setidaknya menyelamatkan sedikit harga diri mereka sebelum musim berakhir. Walaupun playoff sudah mustahil, Kingdom masih ingin melihat tim ini bertarung dengan identitas RRQ yang sesungguhnya.

Karena pada akhirnya, RRQ bukan sekadar organisasi esports biasa. Mereka adalah salah satu simbol terbesar MLBB Indonesia. Dan melihat RRQ terpuruk tanpa perlawanan jelas menjadi pemandangan yang menyakitkan bagi banyak penggemar esports tanah air.

Jika perubahan besar tidak segera dilakukan, bukan tidak mungkin musim ini akan terus dikenang sebagai era RRQ Terburuk sepanjang sejarah MPL Indonesia.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.

 

Komentar ( 0 )

Please login to write a document.

Artikel Terkait

Hadir di Grand Final MPL ID S2, Fadil Jaidi Kenang Momen Jadi Pro Player

Berita | 26 April

Build Kimmy Terbaik ala EVOS Rekt, Hasilkan Damage Bertubi-tubi yang Menyakitkan!

Games | 23 April

Mobile Legends Southeast Asia Cup 2023 Libatkan Negara Luar Asia

Mobile Legends | 18 February

Setelah Rachel Florencia, Gabriel Angelina Eks JKT48 Diduga Sebagai Pacar Reza Arap

Berita | 05 May

Ko Delwyn Ungkap Arti Nama Alter Ego dan Latar Belakang

Mobile Legends | 22 May

[Eksklusif] Kini Jadi Kapten AURA Fire di MPL ID S12, High: Berat Sih!

Mobile Legends | 05 July

Pendekar Pentul Juarai WIBTA Community Cup Setelah Kalahkan Bigetron Charlie

Berita | 24 August

3 Hal yang Dipelajari Aeronshikii di PH, Perlu Adaptasi

Mobile Legends | 05 March