Ternyata Ini Fungsi dan Tugas Analis Dalam Tim Profesional Mobile Legends!
Pernah merasa penasaran di pro scene MLBB tugas analis itu ngapain? Terus kenapa kok bisa ada banyak analis dan coach dalam satu tim? Nah ini penjelasannya!
Mobile Legends | 10 October
Oleh DG Writer
Analis ternyata berperan penting dalam pro scene MLBB! Pada podcast Jonathan Liandi dan Coach Age 8 Oktober kemarin, kita dapat sedikit penjelasan tentang bagaimana sih cara kerja coaching staf dalam sebuah tim itu. Penasaran mereka ngapain aja? Simak pembahasannya!
Nah, jadi ternyata menurut Age, standarnya dalam sebuah tim itu biasa terdiri dari satu coach atau sering disebut head coach, dan dua analis. Kalau head coach itu sudah pasti berkaitan dengan keputusan final terkait strategi terutama saat fase draft pick.
Sementara kalau analis, ternyata terbagi menjadi dua kategori. Pertama ada yang disebut dengan data analis. Apa saja tugas data analis? Tugas utama mereka adalah pendataan, terutama pendataan terkait draft dan performa hero yang digunakan pemain selama latihan.
“Jadi mereka catat di scrim kita seringnya draft apa, persentase menangnya berapa, lawan (hero) ini kita presentase kalah berapa persen…” papar Coach Age saat ditanya JonLi.
Prinsipnya data analis bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan atau mencatat semua proses latihan (scrim) yang dilakukan timnya. Tapi, harus dicatat bahwa data analis di konteks eSport dengan data analis sebagai profesi di luar eSport adalah dua pekerjaan yang berbeda ya.
Kemudian, analis kategori kedua adalah gameplay analis. Tanggung jawab posisi ini justru sebaliknya, yaitu mempelajari tim lawan. Jadi seorang gameplay analis akan mempelajari apa saja draft yang pernah digunakan lawan-lawan mereka selama pertandingan, bagaimana pola permainannya, termasuk bagaimana kebiasaan-kebiasaan pemain-pemainnya dalam mengambil keputusan saat pertandingan.
Kedua data ini kemudian akan digunakan oleh head coach untuk mengambil keputusan dan menentukan strategi, terutama saat fase draft pick di pertandingan nanti. Seorang gameplay analis juga biasa akan coba mengingatkan pemainnya terhadap tokoh tertentu yang patut diwaspadai.
“Misal (musuh) kalau pakai Terizla atau Edith itu kebiasaannya ngapain… sembunyi di rumput yang mana… jadi nanti (analis) tinggal memperingatkan playernya,” papar mantan Coach Evos ini.
Terlepas dari tiga orang ini, setiap tim kemudian bisa menambah atau mengurangi coaching staff mereka tergantung kebutuhan. Pada kasus tertentu, Evos misalnya di S10 itu pernah sampai menggunakan 5 orang sebagai coaching staff mereka.
Semua tujuannya adalah untuk memperbanyak pilihan strategi dan memperkaya data, baik itu data tim sendiri maupun data terkait performa tim lawan. Wah, ternyata tidak hanya pemain yang kerja keras ya, lini pelatih juga sama pusingnya kalau sudah bicara pro scene. Bagaimana menurut kalian?
Pantau terus informasi lainnya mengenai game, film, anime, atau esports, melalui aplikasi Dunia Games di Play Store. Top-up Murah, banyak untungnya, hanya di Dunia Games
Baca Juga>> MPL Invitational (MPLI) 2023 Lengkap: Daftar Tim Peserta, Jadwal, dan Cara Menonton
Komentar ( 0 )
Please login to write a document.