Pembelian Cepat
2 min reading

Donkey Kong Bananza: Lore Unik dan Hubungannya dengan Super Mario Odyssey

Jelajahi lore unik Donkey Kong Bananza, kaitannya dengan Super Mario Odyssey, dan album langka tahun 1983 “Donkey Kong Goes Home” yang jarang diketahui penggema

Games | 26 August

2025-08-11T13:01:30.000Z

Donkey Kong Bananza: Lore, Kaitan dengan Mario, dan Album 1983

Sudah sebulan sejak perilisan Donkey Kong Bananza, dan banyak pertanyaan penggemar akhirnya terjawab. Fans penasaran bagaimana game ini terhubung dengan Super Mario Odyssey dan posisi DK dalam dunia Donkey Kong. Jawabannya fleksibel: game ini mengambil banyak kebebasan kreatif. Secara garis besar, cerita terjadi setelah Donkey Kong Country, meski beberapa detail lore tetap samar.

Lore Langka yang Sering Terlupakan

Meski Donkey Kong bukan seri yang fokus pada cerita, ada satu bagian lore unik yang Bananza tidak eksplorasi: album musik anak-anak tahun 1983 berjudul Donkey Kong Goes Home dari Kid Stuff Records.

Label ini terkenal di era 1980-an karena membuat lagu orisinal berdasarkan karakter game dan kartun populer. Saat itu, banyak perusahaan membiarkan karakter mereka digunakan bebas tanpa batasan ketat.

Cerita di Balik “Donkey Kong Goes Home”

Dalam album ini, DK digambarkan tumbuh di Gamesville dan tinggal di kebun binatang yang berada di seberang restoran pizza milik Mario. Ketika kebun binatang ditutup, semua hewan, termasuk DK, dijual ke sirkus. Setiap tahun, sirkus kembali dan mengarak hewan-hewan keliling kota. Mario dan kurir pizzanya, Pauline, sering mengunjungi DK di kebun binatang sambil membawa makanan.

Suatu hari, saat parade melewati kota, DK kabur untuk kembali ke kebun binatangnya. Namun, lokasi itu telah menjadi proyek konstruksi. Pada saat yang sama, Pauline sedang mengantar pizza ke karakter bernama Jake the Watchman. DK senang bertemu kembali dengan Pauline dan membawanya ke puncak konstruksi. Mario pun harus menyelamatkan Pauline dari kesalahpahaman tersebut.

Album ini ditutup dengan duet lucu tentang pesanan makanan, seakan Mario menjadi Uber Eats ala Italia. Meski terdengar konyol, cerita ini menunjukkan bagaimana karakter seperti DK dan Pauline dulu dianggap lisensi bebas, namun kini menjadi aset berharga Nintendo.

Donkey Kong Bananza dan Lore yang Ditulis Ulang

Dengan hadirnya Bananza, beberapa elemen klasik, seperti album 1983, perlahan memudar dari ingatan penggemar. Game modern menulis ulang cerita, fokus pada gameplay baru dan dunia DK yang diperbarui, meninggalkan lore unik untuk penggemar lama.

Namun, mengetahui sejarah ini menambah kedalaman pada dunia Donkey Kong dan memberi perspektif menarik tentang evolusi narasi karakter Nintendo.

Kesimpulan

  • Donkey Kong Bananza menawarkan fleksibilitas dalam lore.

  • Album langka tahun 1983 Donkey Kong Goes Home menghadirkan cerita lucu dan unik yang mungkin jarang diketahui penggemar.

  • Memahami sejarah ini memberi wawasan bagaimana Nintendo membangun dunia DK serta hubungannya dengan Mario dan Pauline.

Bagi penggemar lama maupun pendatang baru, Bananza bukan sekadar game—melainkan pengingat sejarah unik dan kreatif dalam dunia Nintendo.

Komentar ( 0 )

Please login to write a document.

Artikel Terkait

Mengenal Conduit Minecraft: Cara Membuat, Menggunakan dan Mengaktifkannya

Minecraft | 12 October

VaanStrong Resmi Cabut dari EVOS

Mobile Legends | 15 March

Beda Dari yang Lain, Guru Ini Pakai Game Assassin’s Creed Untuk Mengajar!

Berita | 15 March

Misteri Bigfoot GTA San Andreas: Dari Hoax Menjadi Legenda

Grand Theft Auto | 11 October

[GOTW] Persona 5 Strikers, Spin-off Persona 5 Dengan Combat Style Gak Kalah Seru!

Games | 01 March

Konsisten Sejak Final Dimulai, Toxic For Lyfe Juara Free Fire Ladies IGC 2020!

Berita | 31 August

Lost Records: Bloom & Rage – Game Naratif Nostalgia Tentang Remaja & Pilihan Hidup

Game Review | 20 August

Deretan Film Terbaik Barbie Hsu yang Terkenal di Indonesia Berkat Meteor Garden

Movie | 03 February